230 Siswa Terlantar Belajar, SDN Lerpak 2 Akhirnya Dibuka Paksa
Petugas saat membuka paksa segel pagar bambu di depan pintu gerbang SDN Lerpak 2 Bangkalan (foto: ss/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) — Setelah sebulan penuh menjalani kegiatan belajar di teras rumah warga dan mushala, ratusan siswa SDN Lerpak 2, Kecamatan Geger, Bangkalan akhirnya bisa kembali ke ruang kelas mereka.
Langkah itu terjadi setelah pihak sekolah bersama pemerintah membuka paksa segel yang dipasang ahli waris lahan, Selasa (3/12/2025).
Pembukaan segel dilakukan di tengah situasi yang sempat memanas.
Namun bagi pihak sekolah, keputusan itu tidak lagi bisa ditunda.
Ujian telah di depan mata, sementara 230 siswa mereka masih berada dalam kondisi belajar darurat.
“Kami hanya menjalankan mandat. Anak-anak tidak bisa terus belajar di teras warga. Mereka butuh kelas, butuh suasana belajar yang layak,” tegas Kepala Sekolah SDN Lerpak 2, Junaidi.
Junaidi mengisahkan, ketegangan sempat terjadi ketika gerbang sekolah dibuka.
Adu argumen tidak terhindarkan dengan ahli waris lahan yang sebelumnya memasang penyegelan.
Namun Junaidi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak berada pada posisi berkonflik.
“Kami tidak punya kepentingan apa-apa terkait lahan. Kami hanya menempati untuk KBM. Urusan sengketa itu wewenang pemilik lahan dan pemerintah,” tegasnya.
Pembukaan segel dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan, termasuk Dinas Pendidikan Bangkalan, Polres Bangkalan, Camat Geger, Kapolsek, Koramil, serta Kepala Desa setempat.
Bagi pihak sekolah, momen pembukaan segel adalah titik balik untuk memulihkan proses pendidikan yang sempat terhenti.
“Harapan kami, situasi Lerpak 2 kembali tenang. Kami hanya ingin mengajar seperti biasa, tidak lebih,” tutur Junaidi.
Ia juga menanggapi kabar soal rencana ahli waris melaporkan pembukaan segel tersebut ke jalur hukum.
“Silakan jika memang merasa dirugikan. Jalur hukum itu hak setiap warga. Kami hanya berjuang demi hak belajar anak-anak,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak 2 November 2025, siswa SDN Lerpak 2 terpaksa menjalani KBM darurat setelah lahan sekolah disegel ahli waris menyusul somasi kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
Bahkan setelah sempat dibuka, segel kembali dipasang menggunakan pagar bambu.
Kini, setelah pembukaan paksa dilakukan, para siswa akhirnya kembali ke kelas mereka meski bayang-bayang sengketa masih belum sepenuhnya selesai. [rus/red]