51 Desa di Bangkalan Terancam Kekeringan

Masyarakat antre air bersih di Kecamatan Blega Bangkalan. Foto: Doc

BANGKALAN – Sebanyak 51 desa di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, teridentifikasi berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Desa-desa tersebut tersebar di 10 kecamatan, yakni Tanah Merah, Blega, Geger, Arosbaya, Kokop, Konang, Kwanyar, Klampis, Sepulu, dan Galis.

Plt. Kalaksa BPBD Bangkalan, Rizal Mardiansyah, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, data yang sudah masuk ke BPBD baru tercatat 20 desa di empat kecamatan yang benar-benar terdampak kekeringan.

“Empat kecamatan tersebut adalah Geger, Arosbaya, Sepulu, dan Tanah Merah,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemkab Bangkalan melalui BPBD mulai melakukan droping air bersih ke wilayah terdampak. Pada hari ini, bantuan air bersih disalurkan ke tujuh desa di empat kecamatan. Rizal menyebutkan, distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemetaan dan permintaan resmi dari desa yang kesulitan air bersih.

“Hingga saat ini, terdapat 51 desa di 10 kecamatan yang kami identifikasi berpotensi mengalami kekeringan. Kami sudah mengimbau seluruh desa agar segera mengajukan permintaan bantuan apabila wilayahnya mengalami kesulitan air,” jelasnya.

Rizal menambahkan, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September mendatang. Karena itu, BPBD terus bersiaga untuk merespons cepat jika ada laporan darurat kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Pelepasan distribusi bantuan air bersih dilakukan secara simbolis oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ismet Effendi, mewakili Bupati Bangkalan Lukman Hakim, di Pendopo Agung Bangkalan.

Menurut Ismet, bantuan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap permintaan masyarakat. “Bantuan ini kami distribusikan gratis kepada warga yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah wilayah terdampak kekeringan tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

“Bupati Bangkalan telah menginstruksikan kepala desa dan camat untuk terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait. Jika ada desa terdampak, segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Ismet.

Turut hadir dalam acara pelepasan bantuan, Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Saad Asyari. Ia memastikan, bantuan air bersih ini gratis dan merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, termasuk BPBD, Dinas Sosial, PUDAM Bangkalan, dan PMI. (Red)

Share Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id