Enam Motor Raib, Baliho Sindiran ‘Desa Maling’ Jadi Teriakan Protes Warga Pamekasan

Baliho desa maling di Kabupaten Pamekasan [Foto:tangkapan layar/PM]
Pamekasan, [pojokmadura.id] – “Selamat Datang di Desa Maling”Kalimat itulah yang terpampang jelas di sebuah baliho besar di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Aksi satir warga ini menjadi simbol kekecewaan mereka terhadap maraknya pencurian motor yang tak kunjung terungkap.
Tokoh masyarakat setempat, Marsuto Alvianto, mengatakan tulisan bernada sindiran itu sengaja dipasang sebagai bentuk protes keras kepada aparat.
Ia menilai, warga sudah terlalu sering menjadi korban pencurian, namun penanganan dari pihak kepolisian belum juga memberikan hasil.
“Kalau dihitung, sudah enam kali motor warga hilang. Saya sendiri kehilangan emas senilai Rp125 juta. Laporan sudah kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada titik terang,” ujarnya.
Kemarahan warga sempat berujung pada rencana audiensi besar-besaran ke Mapolres Pamekasan.
Bahkan, ratusan warga siap turun tangan untuk menuntut penjelasan resmi dari polisi. Namur, rencana itu akhirnya ditunda dan dijadwalkan ulang sekitar akhir Agustus.
Menurut Marsuto, penundaan bukan berarti aksi dibatalkan, melainkan menunggu itikad baik kepolisian.
“Kami ingin melihat dulu langkah-langkah yang diambil. Kalau tetap tidak jelas, audiensi tetap kami lakukan,” tegasnya.
Sejak viral di media sosial, kasus pencurian di desa tersebut memang mendapat perhatian luas.
Polisi disebut sempat melakukan penggerebekan di rumah seorang warga berinisial M di Dusun Pokapoh. Namun, hasil operasi itu belum ada kabar pasti.
Bagi warga Larangan Badung, baliho “Desa Maling” kini bukan sekadar sindiran, melainkan penanda keresahan yang belum terjawab. [nur]