Kasus Campak di Bangkalan Tembus 584 Suspek, Dinkes Minta Warga Waspada

Kepala Dinkes Bangkalan, Nur Hotibah (Foto: rusdi/PM)
Bangkalan, (pojokmadura.id) – Tren kasus campak di Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan peningkatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencatat, hingga Agustus 2025, jumlah warga yang masuk kategori suspek campak mencapai 584 orang.
Kepala Dinkes Bangkalan, Nur Hotibah, menyebutkan dari ratusan kasus itu, sebanyak 60 pasien dinyatakan positif.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, seluruh pasien positif sudah dinyatakan sembuh, kecuali satu yang meninggal dunia.
“Semua pasien yang positif sudah pulih, tinggal 17 orang lagi yang saat ini masih dirawat di rumah sakit dengan dugaan campak,” ungkapnya, Rabu (27/8/2025).
Namun, Hotibah menegaskan bahwa penetapan pasien positif campak tidak bisa hanya mengandalkan gejala klinis. Untuk memastikan, setiap pasien wajib melalui pemeriksaan laboratorium.
“Data dari rumah sakit menunjukkan ada 275 pasien yang dinilai positif berdasarkan gejala. Tapi itu belum bisa dipastikan sebelum ada hasil spesimen,” jelasnya.
Dinkes Bangkalan kini terus memperkuat koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit agar setiap laporan pasien segera ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel.
Spesimen tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan untuk diuji.
“Dari hasil pemeriksaan epidemiologi itu baru bisa dipastikan, apakah pasien benar-benar terjangkit campak atau tidak,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam kemerahan, dan batuk pilek.
Langkah pencegahan melalui imunisasi campak dan menjaga pola hidup sehat dinilai penting agar penyebaran penyakit bisa ditekan. [rusdi]