Pegadaian dan UTM Berkolaborasi Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Madura

Peluncuran The Gade Creative Lounge di Gedung Rektorat Lantai 1 UTM (foto: humas/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id) – Madura mulai dipetakan sebagai poros baru ekonomi syariah nasional. 

Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran “The Gade Creative Lounge” di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Rabu (22/10/2025).

Hal tersebut digagas oleh Pegadaian Syariah sebagai jembatan literasi dan inkubasi wirausaha syariah bagi generasi muda.

Kepala Unit Usaha Syariah PT Pegadaian, Holilur Rohman, menyebut Madura bukan sekadar pasar potensial, tetapi telah menunjukan dominasi nyata dalam industri gadai syariah secara nasional.

“Jika dilihat dari outstanding pinjaman, Madura justru menjadi yang terbesar dibanding seluruh provinsi, bahkan melampaui Aceh yang dikenal sebagai daerah berbasis syariah,” ungkapnya.

Menurut Holilur, capaian tersebut membuktikan bahwa karakter religius masyarakat Madura telah menciptakan ekosistem ekonomi yang ramah terhadap prinsip syariah. 

Karena itu, Madura dinilai layak dikembangkan sebagai pusat ekonomi syariah, dengan Bangkalan sebagai pintu gerbangnya, mengingat lokasinya yang strategis sebagai wilayah terdekat dari Surabaya.

“Wilayah UTM sangat strategis sebagai poros pengembangan industri syariah. Madura harus menjadi episentrum ekonomi syariah Indonesia,” tegasnya.

Sejak 2018, seluruh outlet Pegadaian di Madura telah dikonversi menjadi syariah dan terus mencatat tren pertumbuhan positif. 

Holilur menekankan bahwa produk syariah memiliki fleksibilitas dalam mengikuti kebutuhan pasar, dengan prinsip kemaslahatan sebagai pondasi utama.

Peluncuran The Gade Creative Lounge di UTM bukan hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai ruang kreatif untuk menumbuhkan literasi keuangan syariah, membangun jiwa wirausaha, hingga menjadi laboratorium inovasi mahasiswa.

“Generasi milenial dan Gen Z perlu ruang diskusi dan inovasi yang selaras dengan nilai syariah. Inilah tempat mereka berkreasi sekaligus belajar industri keuangan syariah,” ujar Holilur.

Sementara itu, Rektor UTM, Prof. Syafi’, menyambut kolaborasi tersebut sebagai langkah yang membuka jalan bagi UTM menjadi pusat inovasi dan riset ekonomi syariah di Madura.

“Pegadaian Syariah tidak hanya memberikan fasilitas podcast dan lounge, tapi juga mendukung tiga penelitian kampus kami tahun ini. Ini adalah bentuk kepercayaan dan kolaborasi jangka panjang,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa karakter religius masyarakat Madura, yang dikenal sebagai Serambi Madinah, merupakan modal sosial kuat bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah yang lebih mapan.

Dengan dukungan akademik, kultur masyarakat yang religius, serta keberadaan lembaga keuangan syariah yang agresif berkembang, Madura dinilai semakin siap tampil sebagai poros ekonomi syariah Indonesia di masa depan. [rus/red]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id