Talk Show Gender Awareness di UTM, Menteri PPPA Kaget Lihat Inovasi Mahasiswa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, menjadi pembicara di Talk Show ‘Gender Awareness’ (foto: humas/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, akhirnya pulang kampung ke tanah kelahirannya, Madura, Sabtu (25/10/2025).
Ia mengunjungi kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai narasumber Talk Show ‘Gender Awareness’ bersama anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari.
Disambut ribuan mahasiswa dan muslimat NU, Menteri Arifah tampak tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ia mengaku, kunjungan ke UTM bukan sekadar agenda kerja, tetapi juga bentuk silaturahmi ke tanah kelahirannya.
“Madura ini adalah tanah kelahiran saya. Hari ini saya bangga bisa silaturahmi ke kampus ini,” ujarnya.
Namun, yang mengejutkan sang Menteri adalah skala kampus UTM yang jauh melampaui ekspektasinya.
“Saya pikir kampusnya kecil. Ternyata besar sekali. Prestasi dan inovasinya luar biasa,” lanjutnya.
Menteri PPPA ini mengaku kaget dan kagum melihat karya mahasiswa UTM, saat melaunching Zona Circular Economy.
Mahasiswa UTM berhasil menjadikan limbah plastik bisa jadi genteng dan kursi, serta kotoran sapi disulap menjadi biogas dan pupuk.
“Ini inovasi yang sangat luar biasa,” ucapnya terkesan.
Ia juga menyinggung prestasi UTM yang kini berada di posisi 123 dari lebih dari 4.500 kampus nasional, sebagai bukti kampus ini tak bisa dipandang sebelah mata.
Dengan penuh semangat, Menteri asal Madura itu mengajak seluruh mahasiswa dan alumni UTM untuk turut serta membangun tanah kelahiran.
“Ayo kita bangun bersama Madura supaya lebih berjaya dan menyejahterakan masyarakat,” ajaknya.
Dalam konteks perlindungan perempuan dan anak, ia menegaskan bahwa kampus-kampus kini sudah memiliki Satgas pencegahan dan penanganan kekerasan. Namun, tantangan terbesarnya adalah keberanian korban dan saksi untuk bersuara.
“Regulasi sudah ada, tapi banyak yang belum berani bicara. Kampanye kita, jangan ragu. Bicara bisa menyelamatkan yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ menyampaikan rasa bangganya karena kampus yang ia pimpin bisa dikunjungi para pejabat penting di negara ini.
“Hari ini kita dikunjungi dan sekaligus diberikan arahan tentang pentingnya membangun harmoni sosial oleh ibu Menteri PPPA yang juga didampingi anggota DPR RI, Ibu Ansari,” katanya.
Prof. Safi’ mengatakan, UTM menjadi salah satu kampus yang masuk dalam kategori sering terlupakan oleh pemerintah.
“Sering terlupakan kalau pemerintah punya UTM, jadi kita tertinggal capaiannya,” pungkasnya. [rus/red]