27 Pesantren Bergabung, Hebitren Bangkalan Luncurkan Gerakan Ekonomi Baru
Pengurus Hibitren Bangkalan Dilantik di Pendopo Agung (foto: rusdi/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – DPD Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Bangkalan menggelar pelantikan dan sarasehan di Pendopo Agung Bangkalan, Selasa (18/11/2025).
Momentum ini menandai semakin seriusnya pesantren mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah.
Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPD Hebitren Bangkalan, Lutfi Riyadi, menjelaskan bahwa agenda ini tidak sekadar seremoni.
Dua program inti Sarasehan Ekonomi dan Festival UMKM Santri disiapkan sebagai upaya memetakan kekuatan ekonomi pondok pesantren sekaligus membuka panggung bagi produk-produk karya santri.
“Ini memang langkah awal. Skalanya belum besar, tetapi inilah fondasi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren ke depan,” ungkap Lutfi.
Sejak berdiri pada 2023, Hebitren Bangkalan menjadi wadah yang mempertemukan visi para kiai dan pengelola pesantren dalam bidang bisnis dan kewirausahaan.
Proses penyatuan persepsi itu, kata Lutfi, bukan perjalanan yang singkat.
“Sejak awal kami terus menjalin komunikasi dengan pesantren dan para kiai. Menyatukan visi itu tidak mudah karena setiap pesantren memiliki karakteristik berbeda. Semua perlu proses,” tuturnya.
Kini, 27 pesantren dari berbagai wilayah mulai dari Kamal, Kota Bangkalan, hingga Blega resmi bergabung dalam jejaring Hebitren.
Mayoritas pesantren itu sudah memiliki unit usaha, tetapi masih memerlukan strategi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar yang makin kompetitif.
Sebagai wujud akselerasi, Hebitren memperkenalkan Pesantara, sebuah platform koperasi digital yang menghubungkan pesantren melalui sistem perdagangan open market dan closed market.
Dengan teknologi ini, Pesantara diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam memperkuat jejaring bisnis pesantren dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. [rus/red]