MoU MBG Sempat Ditolak, Yayasan Laili Izzatul Faiqoh Datangi Dua SD di Bangkalan
Kepala Sekolah SDN Kemayoran 2 melakukan MoU dengan SPPG Yayasan Laili Izzatul Faiqoh (foto: rusdi/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Bangkalan sempat menolak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Laili Izzatul Faiqoh selaku pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dua sekolah tersebut yakni SDN Demangan 1 dan SDN Kemayoran 2 Bangkalan.
Penolakan tersebut membuat pengelola Yayasan Laili Izzatul Faiqoh merasa kecewa.
Sebab, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur milik yayasan yang berada di Jl. KH. Zainal Alim No 27 Kelurahan Kemayoran itu sudah siap beroperasi dan bahkan telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Yayasan Laili Izzatul Faiqoh, H. Subaidi mengungkapkan bahwa alasan dua sekolah tersebut menolak MoU karena diklaim sudah lebih dulu bekerja sama dengan SPPG lain.
Namun, dapur yang dimaksud diduga belum mengantongi SK dari BGN sehingga dianggap melanggar mekanisme yang berlaku.
“Itu menyalahi aturan karena melakukan MoU sebelum ada SK dan SPPI yang ditunjuk untuk bertugas,” tegas Subaidi.
“Sedangkan kami semua sudah lengkap dan sudah menerima SK. Bulan depan dapur kami akan beroperasi,” imbuh mantan anggota DPRD Bangkalan tersebut.
Merasa ada kejanggalan, pihak yayasan kemudian meminta klarifikasi dengan mendatangi sekolah bersama petugas SPPG Yayasan Laili Izzatul Faiqoh.
Kepala SDN Kemayoran 2, Kamiliyah, mengaku tidak mengetahui secara detail regulasi mengenai MoU dengan pelaksana program MBG.
“Kami tidak tahu soal aturan itu. Tapi hari ini kami sudah melakukan MoU dengan Yayasan Laili Izzatul Faiqoh,” ungkapnya.
Ia berharap penyaluran MBG bagi 281 siswanya bisa berjalan baik dan sesuai standar kualitas yang ditentukan pemerintah.
“Kami meminta agar makanan yang diberikan benar-benar berkualitas, sesuai kebutuhan siswa kami,” ucapnya.
Kamiliyah menambahkan, para siswa sudah lama menantikan realisasi program MBG tersebut.
“Betul sekali (siswa kami sudah lama menunggu program ini). Semoga dengan MoU hari ini pelaksanaannya bisa segera dimulai,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk penandatanganan MoU dengan SDN Demangan 1, pihak Yayasan melakukan perjanjian pada hari Selasa (25/11/2025) besok. Dikarena kepala sekolahnya sedang ada kegiatan di Surabaya. [rus/red]