Klinik Pratama UTM Resmi Dibuka, Mahasiswa Hingga Masyarakat Umum Bisa Gunakan BPJS Kesehatan

Rektor UTM Prof. Dr Safi’ (tengah) dan Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far (kiri) bersama Ketua Senat UTM Prof. M. Nizarul Alim (kanan) melakukan pemeriksaan kesehatan (foto: humas/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kini tak cuma menjadi pusat pendidikan.

Kampus negeri dengan tagline unggul, tangguh dan mandiri itu kini resmi meluncurkan Layanan Umum Klinik Pratama UTM.

Layanan klinik ini terbuka untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum sekaligus mengukuhkan kerja sama resmi sebagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) BPJS Kesehatan.

Peresmian ini menandai langkah besar UTM dalam mewujudkan konsep Kampus Berdampak, bukan hanya bagi sivitasnya, tapi juga bagi warga Madura.

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Hj. Nur Hotibah, pimpinan UTM, BPJS Kesehatan, Asosiasi Klinik Indonesia, tokoh masyarakat, hingga para pengasuh pondok pesantren. 

Kehadiran berbagai unsur ini semakin menegaskan posisi Klinik Pratama UTM sebagai fasilitas kesehatan inklusif dan dekat dengan masyarakat.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa, klinik milik kampus itu kini sudah bertransformasi menjadi layanan publik.

“Yang awalnya hanya untuk internal, sekarang sudah resmi terbuka untuk masyarakat umum. Bisa menggunakan BPJS kesehatan di Klinik Pratama UTM. Kami bahkan memfasilitasi pemindahan Faskes secara kolektif,” ujarnya.

Klinik Pratama UTM juga telah mengantongi akreditasi Paripurna, akreditasi tertinggi untuk layanan kesehatan. 

Pada hari peresmian, klinik melayani 100 peserta dalam pemeriksaan dan pengobatan massal gratis.

Rektor juga menyinggung target besar UTM dalam pembentukan Fakultas Kedokteran.

“UTM ingin ikut memperbaiki pemerataan tenaga kesehatan di Madura. Insyaallah izin Fakultas Kedokteran bisa tuntas tahun depan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, memberi apresiasi penuh atas langkah UTM membuka akses layanan kesehatan untuk publik.

“Ini bukan persaingan dengan faskes pemerintah, justru sinergi. Sehingga masyarakat merasa sangat terbantu dengan kehadiran Klinik Pratama UTM,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan layanan kesehatan UTM dapat mendukung program Universal Health Coverage (UHC) di Bangkalan.

“Rasio dokter di Madura sangat tinggi, satu dokter melayani lebih dari sepuluh ribu penduduk. Karena itu, kami sangat berharap Fakultas Kedokteran UTM segera terwujud,” tambahnya.

Peresmian ditandai dengan pembacaan doa, pemotongan pita, dan pemindahan Faskes BPJS secara simbolis melalui layanan mobile service BPJS yang hadir langsung di lokasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan dasar, konsultasi medis, pemberian obat, dan edukasi kesehatan untuk masyarakat, mahasiswa, perangkat desa, dan pengasuh Ponpes.

Dengan beroperasinya Klinik Pratama UTM, kampus ini menegaskan komitmennya menghadirkan layanan publik yang terintegrasi, terjangkau, dan profesional. 

Klinik ini digadang menjadi salah satu kekuatan baru dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Madura. [rus/red]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id