UTM Kukuhkan 930 Wisudawan, Tegaskan Diri sebagai Kampus Inklusif dan Humanis

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ memindahkan tali toga secara simbolis kepada dua mahasiswa penyandang disabilitas sekaligus memperingati hari disabilitas internasional (foto: humas/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id)Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mencatat sejarah penting melalui pelaksanaan Wisuda XL (Ke-40) yang digelar di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Sabtu (6/12/2025).

Sebanyak 930 lulusan dari Program Diploma, Sarjana, dan Magister resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Moh. Nizarul Alim, membuka prosesi wisuda sebelum dilanjutkan laporan akademik oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Achmad Amzeri yang memaparkan capaian lulusan dari tujuh fakultas dan Program Pascasarjana.

Salah satu sorotan Wisuda XL adalah prosesi pemindahan kuncir toga kepada dua wisudawan penyandang disabilitas yang sukses menyelesaikan studi sebagai Magister Hukum dan Sarjana Pendidikan.

Prosesi ini menjadi simbol kuat komitmen UTM sebagai kampus inklusif yang membuka ruang kesetaraan bagi seluruh anak bangsa.

Momen tersebut sekaligus menjadi refleksi peringatan Hari Disabilitas Internasional. 

Sebelumnya, UTM juga telah menandatangani kerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas sebagai wujud dukungan terhadap pendidikan tinggi yang ramah dan aksesibel.

Dalam momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional, Rektor memberikan pesan motivatif. 

“Keterbatasan bukan penghalang menuju kesuksesan. Siapa yang mampu bangkit, dialah pemenang sejati,” ungkap Rektor UTM Prof. Dr. Safi’.

Prof. Dr. Safi’ mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar.

“Belajarlah sepanjang hayat. Semoga gelar yang hari ini disandang membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Rektor juga menyinggung kondisi terkini mahasiswa UTM asal Sumatera yang terdampak bencana. Dari 462 mahasiswa, sebanyak 10 orang telah terverifikasi mengalami dampak langsung. 

UTM membuka penggalangan donasi dan menyiapkan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari bantuan internal hingga peluang beasiswa KIP Kuliah.

Di penghujung kegiatan, Rektor menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan UTM sebagai tempat putra-putrinya menimba ilmu, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan berlangsung.

Wisuda XL ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Trunojoyo Madura dalam membentuk lulusan yang unggul, tangguh, inklusif, dan berdampak, sekaligus memperkuat posisi UTM sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Dari total 930 wisudawan, distribusi lulusan berasal dari:

• Fakultas Pertanian: 197 lulusan

• Fakultas Hukum: 114 lulusan

• Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 116 lulusan

• Fakultas Keislaman: 46 lulusan

• FKIP: 127 lulusan

• Fakultas Teknik: 243 lulusan

• FISIB: 83 lulusan

• Pascasarjana: 4 lulusan

Komposisi ini menegaskan peran UTM sebagai kampus yang konsisten menumbuhkan SDM unggul di berbagai bidang strategis yang dibutuhkan daerah dan nasional.

Dua mahasiswa meraih penghargaan tertinggi yakni:

• Wiwik Aldewiyeh (S1 Ilmu Hukum) sebagai Wisudawan Berprestasi Universitas atas raihan di berbagai kompetisi debat hukum dan konstitusi tingkat nasional.

• Nuriyah (S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) sebagai Wisudawan Berprestasi Akademik dengan IPK 3,94. [rus/red]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id