Mahmud Ismail Kembali Pimpin PWI Bangkalan
Mahmud Ismail Terpilih sebagai Ketua PWI Bangkalan periode 2025-2030 (foto: rusdi/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan menggelar Konferensi IV sekaligus pelantikan pengurus baru di Aula Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP), Rabu (10/12/2025).
Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers Bangkalan, setelah Mahmud Ismail kembali dipercaya memimpin organisasi untuk periode 2025–2028.
Wakil Ketua PWI Jawa Timur, Mahmud Suhermono, menyampaikan bahwa seluruh proses konferensi berjalan tertib dan kondusif.
Forum musyawarah berlangsung tanpa gesekan, karena seluruh anggota sepakat mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan panitia.
“Hanya ada satu calon, yaitu Mahmud Ismail. Semua anggota sepakat memberikan dukungan, sehingga beliau terpilih secara aklamasi,” ujarnya.
Suhermono menambahkan, pelantikan pengurus baru menjadi energi baru bagi PWI Bangkalan untuk terus memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi serta meningkatkan profesionalitas wartawan di daerah.
“PWI memiliki tanggung jawab besar, mulai dari mengedukasi publik tentang literasi berita hingga memastikan kompetensi jurnalis di bawah naungannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Bangkalan terpilih, Mahmud Ismail, menekankan bahwa tantangan organisasi ke depan akan semakin berat, terutama dalam menangkal hoaks yang kian marak di kalangan generasi muda.
Karena itu, program kerja tiga tahun ke depan akan dipusatkan pada penguatan edukasi media.
“Pada periode sebelumnya, kami sudah turun ke madrasah, sekolah, hingga universitas. Ke depan, kami juga akan menyasar lembaga pemerintah, baik tingkat kabupaten hingga desa,” ujarnya dalam sambutan perdana.
Mahmud juga menyoroti pentingnya hubungan yang sehat antara pers dan pemerintah. Ia mengingatkan agar instansi tidak membatasi komunikasi dengan jurnalis yang telah memiliki kompetensi resmi.
“Jurnalis bekerja dengan memegang teguh kode etik. Jika ada pejabat yang ingin bermitra dengan pers, maka mereka juga harus memahami cara kerja kami. Bukan hanya meminta pemberitaan, tetapi juga menghargai proses jurnalistik,” pungkasnya. [rus/red]