UTM Tambah Guru Besar, Ada Profesor dari Australia
Rektor UTM, Prof. Safi’ mengukuhkan tiga guru besar di gedung R.P. Mohammad Noer UTM (foto: humas UTM/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mencatatkan capaian akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar baru.
Pengukuhan tersebut digelar di Gedung R.P. Muhammad Noer UTM, Selasa (30/12/2025).
Tiga akademisi yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Wahyu Andy Nugraha, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ekologi Laut.
Kemudian, Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Agribisnis, serta Prof. Caroline Chan sebagai Adjunct Professor (profesor tamu) di Bidang Sistem Informasi.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyampaikan rasa syukur atas terus bertambahnya jumlah guru besar di UTM. Menurutnya, capaian ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong UTM menuju universitas papan atas.
“Alhamdulillah, kita bersyukur jumlah guru besar di Universitas Trunojoyo Madura terus bertambah. Walaupun memang masih jauh dari kata ideal,” ujar Prof. Safi’.
Ia menjelaskan, untuk masuk kategori universitas kelas atas, idealnya sekitar 10 persen dari total dosen merupakan guru besar. Saat ini, UTM baru mencapai sekitar 5 persen.
Namun demikian, dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun terakhir, UTM telah mencatat peningkatan guru besar hingga sekitar 25 persen.
“Ini tentu capaian yang patut disyukuri. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih cepat, sehingga target 10 persen itu bisa tercapai dalam dua sampai tiga tahun ke depan, jika ada akselerasi dan regulasi yang semakin mendukung,” imbuhnya.
Selain pengukuhan guru besar tetap, Prof. Safi’ juga menyoroti kehadiran satu adjunct professor dari luar negeri, yakni Prof. Caroline Chan yang berasal dari University of Newcastle, Australia.
Adjunct professor tersebut dikontrak selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan.
“Kita ingin setiap fakultas nantinya juga memiliki adjunct professor dari perguruan tinggi luar negeri. Ini dalam rangka mempercepat akselerasi peningkatan kualitas perguruan tinggi,” jelasnya.
Menurut Prof. Safi’, kehadiran guru besar dan adjunct professor internasional diharapkan dapat mempercepat proses transfer dan transformasi ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat dampak pendidikan dan penelitian UTM bagi masyarakat.
“Sejalan dengan arahan Menteri, kita ingin agar keberadaan perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat dan dampak yang lebih maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. [Rusdi]