SDN Tlagah 02 Galis Ambruk, Siswa Belajar dalam Kondisi Darurat
SDN Tlagah 02: Ratusan siswa bermain didepan ruang kelas paska plafon ambruk (foto: PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Proses belajar mengajar di SDN Tlagah 02, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini berlangsung dalam kondisi darurat.
Ambruknya plafon salah satu ruang kelas pada Senin pagi (12/1/2026) menjadi titik puncak dari rapuhnya sarana pendidikan yang selama bertahun-tahun terabaikan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, sesaat sebelum aktivitas sekolah dimulai.
Tidak ada korban jiwa karena siswa belum memasuki kelas. Namun sejak kejadian tersebut, seluruh bangunan sekolah dinyatakan tidak aman dan sebagian besar ruang kelas tidak lagi dapat digunakan.
Kepala SDN Tlagah 02, Fatmawati, mengatakan bahwa ambruknya plafon bukanlah kejadian yang mengejutkan bagi pihak sekolah.
Kondisi bangunan yang rusak berat sudah lama menjadi kekhawatiran, bahkan sebelum insiden terjadi.
“Ini bukan kerusakan mendadak. Kami sudah lama mengajukan perbaikan karena kondisi sekolah memang mengkhawatirkan,” ujarnya.
Saat ini, satu ruang kelas telah ambruk total, sementara enam ruang kelas lain beserta kantor sekolah dinilai tidak layak pakai.
Retakan dinding dan plafon yang runtuh hampir merata di seluruh bangunan, membuat pihak sekolah harus mengosongkan area tersebut demi keselamatan.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar bagi 248 siswa menjadi terganggu. Sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke ruang yang masih memungkinkan, bahkan sebagian dilakukan di luar lingkungan sekolah.
Untuk kelas 6, pembelajaran direncanakan berlangsung di depan rumah kepala sekolah karena tidak tersedianya ruang aman.
Situasi semakin memprihatinkan karena SDN Tlagah 02 saat ini juga tidak memiliki fasilitas toilet. Para siswa harus menumpang ke rumah warga sekitar untuk keperluan dasar selama jam sekolah.
Fatmawati mengungkapkan, sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan telah melakukan peninjauan langsung dan mengetahui tingkat kerusakan bangunan.
Pengajuan perbaikan sempat tertunda karena status tanah sekolah yang bersengketa, namun persoalan tersebut telah selesai hingga tingkat kasasi dan seluruh dokumen kepemilikan telah diserahkan.
Meski demikian, hingga awal 2026, perbaikan tak kunjung terealisasi. Bahkan ketika muncul informasi adanya program rehabilitasi sekolah tahun ini, nama SDN Tlagah 02 justru tidak masuk dalam daftar penerima.
“Di Kecamatan Galis ada 11 sekolah yang rusak parah. Kami termasuk yang paling parah, tapi ternyata tidak masuk,” katanya.
Kini, pihak sekolah hanya bisa berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat.
Kondisi darurat ini dikhawatirkan akan terus mengorbankan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.
“Jangan tunggu sampai ada korban. Anak-anak kami berhak belajar dengan aman,” pungkasnya. [Rusdi]