Hendrik Murbawan, Jaksa Tegas yang Bersahabat dengan Semua Kalangan

Hendrik Murbawan mantan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bangkalan (foto: istimewa)

Bangkalan (pojokmadura.id) – Kejaksaan Negeri Bangkalan resmi melepas salah satu figur yang selama ini dikenal tegas namun hangat. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Hendrik Murbawan, atau yang akrab disapa Hendrik, kini mendapat amanah baru sebagai Kasi Intelijen di Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah.

Postur tinggi, rapi, berkacamata adalah sosok khas Hendrik selama ini menjadi wajah yang mudah ditemui di lingkungan Kejari Bangkalan. 

Bukan hanya di internal kejaksaan, tetapi juga oleh para jurnalis yang menilai dirinya sebagai pejabat yang komunikatif, terbuka, dan responsif.

Hampir satu tahun sembilan bulan bertugas di Bangkalan, Hendrik mengaku perjalanan itu bukan sekadar soal pekerjaan. 

Lingkungan yang awalnya terasa asing perlahan berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat berproses, hingga membangun ikatan layaknya keluarga.

“Awal bertugas tentu tidak mudah. Saya harus banyak belajar dan menyesuaikan diri dengan budaya serta kearifan lokal Madura, khususnya Bangkalan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Ia memilih pendekatan sederhana, yakni dengan memperbanyak teman, menjalin silaturahmi, dan membuka diri terhadap siapa pun yang ditemui. Dari sanalah, menurut Hendrik, pemahaman dan kepercayaan tumbuh.

Selama menjabat Kasi Pidum, sejumlah perkara menonjol berhasil ditangani dengan baik. 

Di antaranya kasus perkelahian viral antara Mattanjar dkk vs Hasan dan Wardi di Tanjung Bumi, lalu perkara pencabulan santri oleh pengasuhnya di Socah, hingga kasus pembunuhan tragis mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Galis.

“Kasus-kasus itu mengajarkan saya bahwa Madura memiliki karakter, keberagaman, serta tantangan hukum yang khas dan tidak bisa disamakan dengan daerah lain,” ungkapnya.

Meski mengaku berat meninggalkan Bangkalan, Hendrik menegaskan mutasi merupakan bagian dari pengabdian. 

Penugasan baru di Kejari Brebes diyakininya akan menjadi ruang belajar sekaligus ujian tanggung jawab yang harus dijalani sepenuh hati.

“Amanah ini harus dijalankan sebaik mungkin, apa pun tantangannya,” tegasnya.

Di akhir masa tugasnya, Hendrik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanannya selama di Bangkalan. 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat kekhilafan.

“Semoga komunikasi dan rasa kekeluargaan ini tidak terputus. Mudah-mudahan suatu saat kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id