SPPG Lajing Diresmikan, Perkuat Gizi dan Kemandirian Ekonomi 

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambag Budi Mustika (tengah) kepada Ketua Adirasa Mandiri Indonesia, Kholifi Aziz (foto: rusdi/PM)

BANGKALAN – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus digencarkan. Salah satunya melalui peluncuran Program Makan Bergizi Gratis.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kini mulai menunjukkan arah baru. Tak sekadar soal gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal.

Program yang berada di bawah naungan Yayasan Adirasa Mandiri Indonesia ini menyasar sekitar 1.500 penerima manfaat pada tahap awal. 

Mereka terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga siswa sekolah kelompok yang dinilai paling membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi seimbang.

Pelaksanaan perdana dijadwalkan dimulai serentak pada tanggal 31, dengan cakupan dua desa, yakni Desa Lajing dan Desa Tengket.

Ketua Yayasan Adirasa Mandiri Indonesia, Kholifi Aziz, menegaskan kesiapan timnya dalam menjalankan program tersebut secara optimal. Ia juga membuka ruang evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan.

“Untuk balita, ibu hamil, dan menyusui ada sekitar 480 penerima, sisanya siswa sekolah. Kami siap bekerja maksimal dan siap dievaluasi,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program bantuan, SPPG diharapkan mampu memberikan efek domino bagi perekonomian masyarakat sekitar. Keterlibatan petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam rantai pelaksanaan program ini.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H. Rawi, yang juga berperan sebagai investor, menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya makanan bergizi, tetapi juga dampak berkelanjutan yang ditimbulkan.

“Yang terpenting bukan hanya makanannya, tapi bagaimana program ini bisa menggerakkan ekonomi petani dan peternak. Harus terpadu agar manfaatnya lebih luas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, hak para penerima, khususnya siswa, tidak boleh dikurangi ataupun disalahgunakan.

“Kalau ada kesalahan kecil masih bisa dimaklumi, tapi jangan sampai berulang. Program ini harus efisien dan benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

Di sisi lain, H. Rawi juga mendorong pemerintah daerah agar terus memberikan dukungan kepada investor yang berkomitmen dalam program-program sosial, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi antara yayasan, investor, dan masyarakat, SPPG diharapkan menjadi model program berkelanjutan yang tak hanya menyehatkan, tetapi juga menguatkan ekonomi lokal di Bangkalan. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id