
Bangkalan, pojokmadura.id — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memasukkan sejarah dan nilai perjuangan Raden Trunodjoyo dalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Langkah tersebut menjadi pembeda PKKMB tahun ini. Sebanyak 4.214 mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga diajak mengenal sosok Raden Trunojoyo yang menjadi inspirasi sekaligus nama universitas.
Mahasiswa baru UTM tahun ini berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Selain itu, terdapat 11 mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara.
PKKMB digelar selama enam hari dengan pembagian dua hari di tingkat universitas, dua hari di tingkat fakultas, dan dua hari di tingkat program studi.
Rektor UTM, Dr. Syafi’, mengatakan PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus memahami berbagai potensi dan aktivitas yang tersedia di kampus.
“Karena namanya Program Pengenalan Kehidupan Kampus, maka seluruh hal yang dimiliki kampus kami kenalkan kepada mahasiswa baru,” ujarnya, Senin (1/8/2026).
Menurutnya, proses pendidikan di UTM tidak hanya diarahkan untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Mahasiswa juga diharapkan memiliki karakter kuat, mental tangguh, kemandirian, serta kemampuan kepemimpinan.
“Lulusan yang kami harapkan tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga tangguh secara mental, mandiri dalam kepribadian, serta memiliki kemampuan leadership,” katanya.
Karena itu, mulai PKKMB 2026, UTM memberikan ruang khusus untuk mengenalkan sosok Raden Trunodjoyo. Mahasiswa diajak memahami sejarah perjuangan, kepemimpinan, serta nilai-nilai yang melekat pada tokoh yang namanya diabadikan menjadi nama universitas tersebut.
“Nah, mulai tahun ini kami mengenalkan sosok Raden Trunodjoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai yang patut kita teladani. Nilai-nilai itu kami internalisasikan agar kita bisa menjadi sosok sehebat dan setangguh Trunodjoyo,” ungkapnya.
Bagi UTM, pengenalan Raden Trunodjoyo bukan sekadar materi sejarah. Nilai perjuangan dan kepemimpinan sang tokoh diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UTM memperkuat identitas sebagai perguruan tinggi yang membawa nama tokoh sejarah Madura.
Tak berhenti pada pengenalan di lingkungan kampus, UTM juga tengah menyiapkan langkah untuk mendorong Raden Trunodjoyo memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Kampus menyiapkan kajian akademik, dokumen kesejarahan, hingga penerbitan buku yang mengulas perjalanan hidup dan perjuangan Raden Trunodjoyo sebagai bahan pendukung pengusulan tersebut.
“Insyaallah tahun depan kita usulkan Trunodjoyo menjadi Pahlawan Nasional,” tegasnya.
Dengan demikian, PKKMB UTM 2026 tak hanya menjadi gerbang bagi ribuan mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai perjuangan tokoh yang menjadi bagian penting dari identitas kampus dan sejarah Madura. [Rusdi]
Leave a Reply