Press ESC to close

Pojok MaduraPojok Madura

Semarak HUT RI ke-81, Warga Istana Tajmahal Kompak Percantik Lingkungan

Bangkalan, pojokmadura.id – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Perumahan Istana Tajmahal, Dusun Karanganyar, Desa Karangpanasan, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan.

Warga tidak sekadar memasang bendera dan pernak-pernik kemerdekaan. Mereka juga berlomba menyulap lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih, indah, rapi, dan penuh kreativitas.

Lomba kebersihan dan keindahan lingkungan tersebut diikuti 15 gang yang berada di lingkungan RT 01 dan RT 02 Perumahan Istana Tajmahal. Meski melibatkan dua RT, perlombaan tidak mempertandingkan RT melawan RT, melainkan antar-gang.

Ketua RW Perumahan Istana Tajmahal, H. Sudiyo, S.Kep., Ns., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi momentum memperkuat kekompakan warga.

“Partisipasi warga sangat luar biasa. Masing-masing gang menampilkan yang terbaik, mulai dari keunikan, keanekaragaman, variasi lampu hias hingga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Senin (17/8/2026) kemarin.

Persiapan bahkan dilakukan warga sejak sekitar dua minggu sebelum penilaian. Tak hanya mempercantik lingkungan, warga juga melakukan berbagai pembenahan fasilitas di masing-masing gang.

Sejumlah jalan yang sebelumnya bergelombang ditata kembali. Gorong-gorong yang rusak diperbaiki dan dibeton, sementara taman serta tanaman yang sebelumnya kurang terawat kembali ditata. Setiap gang juga memasang gapura dengan nuansa kemerdekaan.

“Yang tadinya jalan bergelombang, sekarang menjadi rapi. Gorong-gorong yang rusak sudah dibeton. Taman-taman juga menjadi jauh lebih asri,” katanya.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan empat orang juri dari luar Kecamatan Blega. Dua juri berasal dari Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan dua lainnya merupakan kalangan jurnalis, termasuk jurnalis yang memiliki spesialisasi di bidang seni.

Proses penilaian berlangsung sekitar dua jam dengan menyambangi seluruh 15 gang. Hingga berita ini ditulis, nama pemenang masih dirahasiakan.

Hasil penilaian diserahkan sepenuhnya oleh dewan juri kepada Ketua Panitia HUT RI Perumahan Istana Tajmahal, H. Sujarwo, MM. Pemenang nantinya akan diumumkan saat acara penutupan atau resepsi HUT RI yang waktunya masih dalam tahap perencanaan.

Menurut Sudiyo, lomba tersebut berawal dari antusiasme warga menghias lingkungan dengan lampu-lampu hias. Dari ide sederhana itu, panitia kemudian mengembangkannya menjadi lomba kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Awalnya warga semangat memasang pernak-pernik dan lampu hias. Kemudian muncul ide, bagaimana kalau lampu-lampu ini dilombakan. Ternyata berkembang menjadi lomba kebersihan dan keindahan lingkungan,” jelasnya.

Semarak kemerdekaan di Perumahan Istana Tajmahal juga diisi berbagai perlombaan untuk anak-anak dan dewasa. Khusus perlombaan anak-anak, kegiatan telah berlangsung sejak 2 Agustus 2026 dan digelar setiap malam dengan berbagai jenis permainan.

Bagi warga, kata Sudiyo, esensi kegiatan bukan semata-mata mengejar juara. Lebih dari itu, rangkaian perlombaan menjadi ruang bagi warga untuk saling berbaur, mempererat silaturahmi, dan membangun rasa kekeluargaan.

“Bukan hanya masalah menang atau kalah. Yang paling penting adalah warga bisa berbaur menjadi satu, menata lingkungan masing-masing, saling menguatkan dan saling mendukung,” tegasnya.

Menariknya, setelah proses penilaian selesai, sejumlah gang langsung menggelar acara tasyakuran secara mandiri. Kegiatan diisi doa bersama dan makan bersama sebagai bentuk syukur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Sudiyo menyebut kegiatan lomba kebersihan dan keindahan ini merupakan yang pertama kali digelar sejak Perumahan Istana Tajmahal berdiri. Karena itu, antusiasme warga begitu terasa, baik siang maupun malam.

Ia pun mengajak seluruh warga menerima hasil penilaian dengan lapang dada.

“Setiap pertandingan pasti ada pemenang. Jadi bersiaplah untuk menang dan bersiaplah juga untuk kalah. Jangan hanya siap menang kemudian mencari kesalahan yang lain,” pesannya.

Ia memastikan dewan juri bekerja secara netral dan independen tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Pada akhirnya, semangat kemerdekaan di Perumahan Istana Tajmahal bukan hanya terlihat dari gemerlap lampu dan warna-warni gapura. Lebih dari itu, kemerdekaan dirayakan melalui gotong royong warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri, nyaman, sekaligus semakin guyub.

“Semoga kegiatan ini membuat warga semakin kompak, semakin dinamis, dan tercipta rasa kekeluargaan yang lebih baik,” pungkasnya. [Rusdi]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *