
Bangkalan, pojokmadura.id – Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) angkat bicara menyikapi munculnya penolakan terhadap masuknya investor ke Kabupaten Bangkalan yang dilakukan sejumlah oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
HIMABA menilai investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Bangkalan.
Ketua Umum HIMABA, Imunk, menegaskan bahwa setiap penolakan terhadap investasi semestinya didasarkan pada kajian yang objektif dan rasional. Menurutnya, penolakan tanpa argumentasi yang kuat justru berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan adanya riak-riak penolakan dari segelintir pihak. Pemuda dan masyarakat Bangkalan hari ini butuh kepastian masa depan, butuh lapangan kerja yang luas, dan butuh pertumbuhan ekonomi yang nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
HIMABA berpandangan, Bangkalan tidak boleh menutup diri di tengah persaingan ekonomi antardaerah yang semakin ketat.
Kehadiran investor, kata dia, harus dipandang sebagai salah satu peluang untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, HIMABA menekankan bahwa keterbukaan terhadap investasi tetap harus disertai pengawasan.
Setiap investasi perlu memenuhi ketentuan hukum, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta menjaga aspek lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.
“Menakut-nakuti investor sama saja dengan merampas hak-hak ekonomi masyarakat yang ingin sejahtera,” tegasnya.
HIMABA juga mengingatkan organisasi kemasyarakatan agar menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif. Kritik dan pengawasan terhadap investor maupun pemerintah dinilai tetap penting, tetapi harus dilakukan melalui mekanisme yang objektif dan tidak menghambat peluang pembangunan daerah.
“Pilihan kita hari ini hanya dua: ikut berlari mengejar ketertinggalan atau tetap diam menjadi penonton di tengah laju modernisasi. Bagi kami, masa depan pemuda dan kesejahteraan rakyat Bangkalan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan kelompok mana pun,” katanya.
HIMABA selanjutnya mengajak tokoh agama, tokoh adat, pemuda, akademisi, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun iklim investasi yang sehat di Bangkalan.
Menurut HIMABA, Bangkalan perlu menjadi daerah yang ramah investasi, namun tetap tegas dalam memastikan setiap investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
“Investasi harus dikawal, bukan ditakuti. Pembangunan harus diawasi, bukan dihentikan,” pungkasnya. [Rusdi]
Leave a Reply