
SAMPANG – Seorang siswi SMP di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan tiga pelajar. Peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah toilet sekolah yang sudah tidak digunakan.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, ketiga terduga pelaku masih berusia belasan tahun. Peristiwa itu terjadi ketika korban hendak pulang dari sekolah.
“Korban diseret oleh tiga pelaku ke sebuah toilet yang sudah tidak terpakai yang ada di sekolah korban,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Menurut Anang, korban bertemu dengan ketiga terduga pelaku saat perjalanan pulang. Korban kemudian diseret ke dalam kamar mandi yang berada di lingkungan sekolah.
Di dalam toilet, korban diduga mendapat ancaman dari para terduga pelaku. Dalam kondisi ketakutan, korban disebut tidak berdaya menghadapi tindakan mereka. Dua dari tiga terduga pelaku diketahui merupakan teman korban di sekolah. Sementara satu lainnya merupakan pelajar dari sekolah berbeda.
Anang menjelaskan, ketiga terduga pelaku diduga memiliki peran masing-masing dalam aksi tersebut. Salah satu pelaku diduga melakukan pemerkosaan, sementara pelaku lainnya memegangi korban dan merekam kejadian menggunakan telepon seluler.
“Ketiga pelaku saling berbagi peran. Satu pelaku yang memerkosa korban,” ujarnya.
Setelah kejadian, ketiga terduga pelaku meninggalkan korban seorang diri di dalam toilet. Korban kemudian pulang ke rumah dalam kondisi menangis.
Kasus tersebut kemudian diketahui keluarga korban setelah video dugaan kekerasan seksual itu tersebar di media sosial. Orang tua korban yang mengetahui video tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Lalu keluarga korban melaporkan kejadian itu ke polisi,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya tindakan serupa yang pernah dilakukan para terduga pelaku.
Setelah serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya mengamankan tiga terduga pelaku di rumah masing-masing di wilayah Kecamatan Camplong.
Kasus tersebut kini ditangani kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan perekaman dan penyebaran video kekerasan seksual tersebut. [us/red]
Leave a Reply