Press ESC to close

Pojok MaduraPojok Madura

Mahasiswa PPG UMM Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat MERAKI

MALANG, Pojokmadura.id — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui Projek Kepemimpinan bertajuk MERAKI (Merchandise Ramah Karya Inklusif).

Program tersebut digelar Kelompok 1 PPG PGSD 02 UMM bersama peserta binaan LKS Bersama Anak Bangsa Malang di Kantor II LKS Bersama Anak Bangsa Malang, Sabtu (26/9/2026).

MERAKI menjadi bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan di bawah bimbingan Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. Program ini dipimpin Muchlis Rijal Permadi bersama sembilan mahasiswa lainnya.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pemenuhan tugas akademik. Mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung, khususnya dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas peserta binaan LKS.

Program MERAKI berangkat dari potensi keterampilan peserta yang dinilai masih dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna sekaligus bernilai jual. Terlebih, LKS Bersama Anak Bangsa Malang hingga kini belum memiliki merchandise resmi.

Dari kondisi tersebut, mahasiswa mengembangkan pelatihan pembuatan totebag menggunakan teknik eco print dan jumputan.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajak membuat produk untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga diperkenalkan pada peluang pengembangan karya menjadi merchandise resmi LKS.

Sebanyak 18 peserta mengikuti program MERAKI. Sebelas peserta mengikuti pelatihan teknik jumputan, sementara delapan peserta mengikuti pelatihan eco print.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat kali pertemuan setiap Sabtu. Mahasiswa PPG bersama pendamping LKS memberikan pendampingan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Pada teknik jumputan, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan proses melipat dan mengikat kain sebelum dilakukan pewarnaan. Proses tersebut menghasilkan berbagai motif pada totebag.

Sementara pada teknik eco print, peserta menata daun di atas permukaan totebag. Daun kemudian dipukul menggunakan palu kayu hingga warna dan bentuk alaminya berpindah ke kain dan menghasilkan motif yang unik.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Peserta terlihat menikmati setiap tahapan, mulai dari memilih bahan, membuat pola, hingga melihat hasil karya mereka.

Pendampingan dilakukan secara bertahap agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pembuatan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ketua LKS Bersama Anak Bangsa Malang, Yuning Kartikasari, menyambut positif kegiatan tersebut.

“Kami mendukung kegiatan ini karena memberikan keterampilan bagi peserta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hesti, orang tua salah satu peserta bernama Aliko. Ia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena dinilai dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri peserta.

“Saya senang dengan kegiatan ini karena dapat meningkatkan keterampilan dan percaya diri,” ujarnya.

Dosen pengampu mata kuliah Projek Kepemimpinan, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MERAKI.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan memberikan dampak bagi peserta.

“Ini adalah kegiatan kemanusiaan yang berdampak,” katanya.

Pada pertemuan terakhir yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10/2026), totebag hasil karya peserta memasuki tahap pengemasan sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Karya tersebut selanjutnya direncanakan dipasarkan dan dikembangkan sebagai merchandise resmi LKS Bersama Anak Bangsa Malang.

Melalui MERAKI, mahasiswa PPG UMM berharap karya peserta dapat terus dikembangkan. Kolaborasi antara LKS, orang tua, mitra, dan sponsor diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi peserta untuk berkarya sekaligus mendukung kemandirian ekonomi melalui produk yang mereka hasilkan sendiri. [LA]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *