Cerita Polisi Terluka Disabet Parang Saat Tangkap Pencuri Hewan di Bangkalan
Anggota Satreskrim Polres Bangkalan, Briptu Khairul Mufid terbaring di RSUD Syamrabu Bangkalan (foto: istimewa/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Briptu Khairul Mufid, anggota Satreskrim Polres Bangkalan, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu.
Ia terluka akibat sabetan senjata tajam saat terlibat pengejaran pelaku pencurian hewan ternak di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jumat (12/12/2025) malam.
Dalam kondisi lemah, Mufid menceritakan kembali kejadian mencekam yang hampir merenggut nyawanya.
Saat itu, pelaku berinisial AM (35) baru turun dari mobil dan langsung mengacungkan parang ke arah rekannya, Fauzi.
“Dia langsung menodongkan parang, lalu lari. Saya kejar sendirian. Dia pakai senter dan diarahkan ke mata saya, silau sekali,” kata Mufid saat dijenguk Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, Sabtu (13/12/2025).
Pengejaran berlangsung hingga sekitar tiga kilometer ke dalam perkampungan warga.
Di tengah kejar-kejaran, Mufid sempat berhasil merebut satu parang dari tangan pelaku. Namun, AM ternyata masih menyimpan senjata tajam lain.
“Parang kedua itu yang melukai saya. Setelah itu saya lepaskan tembakan peringatan,” ujarnya.
Akibat serangan tersebut, Briptu Mufid mengalami luka di perut kanan dan pinggang belakang kiri. Hingga kini, ia masih mendapat penanganan medis intensif.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menjelaskan, petugas telah memberikan peringatan dan melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali. Namun pelaku tetap nekat menyerang petugas dengan parang.
“Karena membahayakan nyawa anggota, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kiri pelaku sebanyak tiga kali,” jelasnya.
AM sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia akibat kehabisan darah.
Peristiwa ini terekam kamera CCTV warga dan sempat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 41 detik, terdengar teriakan “maling” disusul suara beberapa kali tembakan.
Selain AM, polisi juga mengamankan satu tersangka lain berinisial Z. Sementara satu pelaku lainnya berinisial S masih dalam pengejaran petugas.
Jenazah AM telah dimakamkan di Desa Perreng, Kecamatan Burneh, Sabtu siang. Sementara Briptu Khairul Mufid masih menjalani perawatan dan pemulihan di RSUD Syamrabu.
“Ini adalah tindakan terukur untuk melindungi nyawa anggota dan masyarakat. Pelaku sangat membahayakan,” tegas Kapolres. [rus/red]