Gedung SD Ambruk, Kadisdik Bangkalan: Bangunan Tua Era 80-an
Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Muhammad Yakub (foto: rusdi/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Gedung sekolah ambruk di SDN Kajuanak 4 di Dusun Patapan, Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan bukan sekadar bangunan tua.
Peristiwa itu menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Bangkalan.
Dua ruang kelas roboh seketika, meninggalkan kecemasan mendalam bagi orang tua serta para guru.
Ruang kelas yang selama ini menjadi tempat belajar siswa kelas 1 dan 2 itu ambruk menyisakan material bagunan. Untungnya, kejadian terjadi di luar jam sekolah.
“Kalau ini terjadi saat anak-anak belajar, saya tidak bisa bayangkan. Syukurnya ambruk malam,” ucap Kepala Sekolah SDN Kajuanak 4, Ningsih.
Saat ini, siswa kelas 1 dan 2 terpaksa belajar ditempat darurat. Sebagian digabung dengan kelas lain, dan sebagian menumpang di teras rumah warga.
“Kami tidak mau kejadian yang tak diinginkan menimpa murid. Meski seadanya, belajar harus tetap berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Muhammad Yakub, mengaku kondisi bangunan SDN Kajuanak 4 memang sudah tua dan rapuh, sehingga menjadi penyebab peristiwa ini.
“Bangunan era 1980-an itu memang sudah sangat parah. Revitalisasi sudah kami usulkan di program tahun 2026,” jelasnya.
Ya’kub menegaskan pihaknya sedang menyiapkan langkah cepat agar seluruh bangunan sekolah yang tidak layak segera ditangani.
Ya’kub menambahkan, untuk mencegah terjadinya gedung ambruk di sekolah lain di Bangkalan, pihaknya akan melakukan inventarisir supaya ruang kelas yang rusak parah jangan ditempati.
“Kalau memang membahayakan ya supaya tidak ditempati, Kemudian yang kedua kalau memang harus kita lakukan revitalisasi lebih cepat, kita prioritaskan,” katanya. [rus/red]