Kasus Campak Naik, Ruang Isolasi Anak di RSUD Syamrabu Penuh

Balita dirawat intensif akibat campak di RSUD Syamrabu Bangkalan (Foto: rusdi/PM)

Bangkalan, (pojokmadura.id) – Suasana ruang isolasi anak di RSUD Syamrabu Bangkalan makin padat.

Belasan balita terpaksa dirawat intensif akibat campak, penyakit menular yang kini kian meresahkan orang tua.

Dokter Spesialis Anak RSUD Syamrabu, dr. Mega Malynda, menyebut kasus campak terus melonjak setiap bulan. 

“Khusus Agustus ini ada 50 pasien. Dari jumlah itu, 17 anak masih menjalani perawatan di ruang isolasi,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).

Mayoritas pasien adalah anak di bawah lima tahun, dengan rentang usia dua hingga empat tahun.

Kondisi itu membuat sejumlah orang tua harus siaga penuh mendampingi putra-putri mereka di rumah sakit.

Salah satunya Ismawati, warga Kecamatan Tanah Merah. Putranya sudah 12 hari terbaring lemah akibat campak yang disertai panas tinggi. 

“Awalnya panas, sempat pulang, tapi kambuh lagi. Sampai sekarang malah tambah parah,” keluhnya.

Kini, kondisi sang anak memburuk hingga mengalami sesak napas. Tim medis pun memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit di Surabaya. 

“Sesaknya gak sembuh-sembuh. Habis ini langsung dirujuk,” ucap Ismawati lirih sambil menggendong putranya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Hj. Nur Hotibah, memastikan pihaknya sudah turun tangan. 

“Kasus campak yang masuk ke Dinkes saat ini ada beberapa suspek dan satu pasien positif,” jelasnya.

Menurut Nur Hotibah, mengatakan pihaknya melalui Puskesmas bersama tim langsung turun ke lapangan membawa vaksin, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya campak

“Banyak orang tua datang berduyun-duyun membawa anaknya. Yang mengalami gejala langsung diberikan vaksin campak,” tegasnya.

Lonjakan kasus campak di Bangkalan jadi alarm serius. Selain perawatan di rumah sakit, pencegahan melalui imunisasi dan kesadaran orang tua dinilai kunci untuk menekan penyebaran penyakit menular ini. [rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id