Ketua TP PKK Bangkalan: Makan Sehat Tak Harus Mahal

Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim menjadi pembicara dalam Bimtek pengolahan pangan dalam rangka pengembangan Desa B2SA di Kecamatan Burneh (foto: humas/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id) – Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim, menegaskan bahwa menerapkan pola makan sehat tidak harus mahal. 

Kuncinya adalah memanfaatkan bahan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Hal itu disampaikan Lutfiyana saat membuka bimbingan teknis (bimtek) pengolahan pangan dalam rangka pengembangan Desa B2SA Tahun 2025 di Kecamatan Burneh, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mendorong kemandirian pangan keluarga melalui dapur sehat, pemanfaatan pekarangan, serta penguatan UMKM olahan pangan lokal.

Menurutnya, pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, tanaman pangan, hingga tanaman obat keluarga. 

Selain menekan pengeluaran rumah tangga, hasilnya juga dapat diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Dalam bimtek tersebut, TP PKK Kecamatan Burneh juga memaparkan konsep B2SA dengan komposisi sederhana, yakni 1/3 makanan pokok, 1/3 sayuran, 1/6 lauk pauk, dan 1/6 buah-buahan. 

Pola ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara seimbang dan berkelanjutan.

Para peserta turut mendapatkan pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah nugget sehat berbasis bahan lokal yang telah memenuhi prinsip B2SA. 

Ke depan, TP PKK Kecamatan Burneh bahkan merencanakan pembangunan Kafe B2SA sebagai sarana edukasi dan promosi pangan sehat lokal.

Lutfiyana mengapresiasi semangat para kader PKK dan masyarakat dalam mengembangkan pangan sehat. Ia kembali menekankan bahwa makanan sehat tidak harus mewah.

“Makanan sehat tidak harus mewah. Yang terpenting beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

Usai kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan juga meninjau bibit tanaman serta panen sayuran yang dikembangkan TP PKK Desa Tunjung. 

Ia berharap program B2SA dapat diterapkan secara luas dan menjadi kebiasaan masyarakat Bangkalan dalam kehidupan sehari-hari. [rus/red]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id