Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Ajarkan Santri Cinta Sejarah dan Budaya

Pengasuh Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin dan para santri saat kegiatan seminar mengenal sejarah dan budaya [Foto: rusdi/PM]
Bangkalan, [pojokmadura.id] – Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan menggelar seminar bertajuk “Mengenal Sejarah dan Budaya Arosbaya dan Bangkalan” pada Kamis malam (21/8/2025).
Acara yang dipusatkan di halaman ponpes itu menghadirkan dua narasumber sekaligus, yakni R.P. Abdul Hamid Mistari dan Hidrocin Sabarudin, sejarawan sekaligus budayawan Bangkalan.
Seminar ini diikuti oleh para santri dan alumni pondok dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang sejarah serta budaya lokal, khususnya warisan yang berkembang di Arosbaya dan Bangkalan.
Perwakilan pengurus Ponpes, Muammar, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi upaya nyata pesantren dalam menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap budaya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pengetahuan tentang sejarah dan budaya bagi kalangan anak muda khususnya santri Hidayatullah Al Muhajirin masih minim.
“Atas inisiatif kiai Lainul Qolbih Hamzah, seluruh santri dan alumni bersama-sama menambah wawasan serta kecintaan terhadap budaya Bangkalan, khususnya Arosbaya,” ujar Muammar.
Ia menambahkan, meski seminar kali ini baru pertama kali digelar, pihak pondok pesantren berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa di masa mendatang.
“Seperti yang beliau (kiai) sampaikan, apapun bentuknya yang berkaitan dengan budaya insyaallah akan dilakukan secara terus-menerus,” imbuhnya.
Seminar budaya ini berlangsung penuh semangat. Para narasumber memaparkan kekayaan sejarah Arosbaya yang dikenal dengan situs-situs bersejarah, serta tradisi budaya Bangkalan yang sarat nilai filosofis.
Para peserta tampak antusias menyimak dan berdiskusi, menjadikan acara ini lebih dari sekadar kajian sejarah, tetapi juga ruang menumbuhkan kebanggaan terhadap jati diri daerah. [rusdi]