Press ESC to close

Pojok MaduraPojok Madura

Ruang Kelas SDN Konang 4 Bangkalan Ambruk

Bangkalan, pojokmadura.id – Kekhawatiran guru dan wali murid SDN Konang 4, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan akhirnya terbukti. 

Hanya sekitar satu setengah jam setelah para siswa dipulangkan lebih awal pada Kamis (30/7/2026), ruang kelas 6 yang juga difungsikan sebagai ruang guru ambruk hingga rata dengan tanah. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Guru SDN Konang 4, Abdul Aziz, mengatakan tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Atap bangunan mulai bergoyang, sementara sejumlah bagian plafon dan material bangunan berjatuhan. Kondisi gedung sendiri memang telah lama rusak dan dinilai tidak lagi layak digunakan.

“Sejak Senin kami sudah melihat atap mulai bergerak dan beberapa bagian mulai berjatuhan,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

SDN Konang 4 memiliki enam ruang kelas yang terbagi dalam dua bangunan. Lokal A digunakan untuk kelas 1, 2, dan 6, sedangkan lokal B ditempati kelas 3, 4, dan 5.

Aziz menjelaskan, ruang guru sebelumnya berada di bangunan lokal B. Namun karena bangunan tersebut sudah lebih dulu roboh, ruang guru dipindahkan ke ruang kelas 6 dengan sekat sederhana.

“Dulu kami punya ruang guru di bangunan lokal B, namun sudah roboh sejak lama. Jadi ruang guru menggunakan ruang kelas 6 yang disekat menjadi dua,” katanya.

Merasa bangunan semakin berbahaya, para guru berinisiatif memindahkan bangku, smartboard, dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari lokal A.

“Kami pindahkan barang-barang yang mudah dipindah. Kalau lemari karena berat tidak kami pindah. Bahkan ada satu lemari yang menempel di dinding, saat akan dipindah ternyata dindingnya ikut bergerak, jadi kami batalkan,” ungkapnya.

Menurut Aziz, sebelum bangunan ambruk sempat terjadi peristiwa yang dianggap tidak biasa.

“Saat Senin itu ayam dan kucing yang biasa ada di sekitar bangunan berlari. Mungkin hewan lebih peka kalau ada suara kerusakan bangunan,” imbuhnya.

Meski bangunan sudah dikosongkan, para siswa masih sesekali bermain di sekitar sekolah. Kekhawatiran wali murid pun semakin meningkat hingga mereka meminta sekolah memulangkan siswa lebih awal.

“Jam 09.30 kami pulangkan siswa lebih awal karena khawatir mereka bermain di sekitar bangunan,” jelasnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB terdengar suara retakan keras. Guru bersama warga langsung menjauh dan menyelamatkan sepeda yang masih terparkir di sekitar sekolah.

“Kami langsung menyelamatkan sepeda yang ada di sekitar sekolah. Kami sendiri belum pulang karena masih harus menyelesaikan absensi sampai jam pulang,” katanya.

Tak lama kemudian, ruang kelas 6 ambruk hingga rata dengan tanah.

Aziz mengaku masih khawatir karena bangunan lainnya juga mengalami kerusakan yang hampir serupa.

“Kami khawatir kelas lain juga akan ambruk karena kondisinya juga sudah rusak. Bangunan lokal B juga sama,” tuturnya.

Saat ini SDN Konang 4 memiliki 47 siswa. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.

“KBM tetap kami laksanakan. Insyaallah dipindahkan ke tempat yang aman, bisa di rumah warga atau lokasi lain. Kami masih berkoordinasi dengan Disdik untuk petunjuk dan arahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri, mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Bangkalan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Hari ini kami melakukan survei langsung ke SDN Konang 4. Setelah menerima informasi kemarin siang, kami segera melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Bangkalan,” kata Ali.

Ia menjelaskan, SDN Konang 4 sebenarnya telah diusulkan mengikuti program revitalisasi sejak Juni 2026 melalui proposal yang ditandatangani Bupati Bangkalan. Namun, sekolah itu belum masuk dalam daftar penerima bantuan tahap pertama.

“Pada tahap pertama bulan Juli kemarin, Kabupaten Bangkalan mendapat program revitalisasi untuk 40 SD. Namun SDN Konang 4 belum terakomodasi,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, sekitar dua pekan sebelum bangunan ambruk, kepala sekolah telah melaporkan perkembangan kerusakan gedung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pendidikan menginstruksikan agar ruang kelas itu tidak lagi digunakan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada kepala sekolah agar siswa tidak menempati kelas tersebut dan segera mencari tempat alternatif untuk proses pembelajaran,” ungkapnya.

Saat ini Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Muspika dan pemerintah desa untuk menyiapkan lokasi sementara bagi kegiatan belajar mengajar hingga pembangunan kembali sekolah dapat dilakukan.

“Alhamdulillah, pihak kementerian memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Kami berharap pada tahap kedua program revitalisasi yang direncanakan pada Agustus 2026, SDN Konang 4 bisa masuk dalam daftar penerima bantuan sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan,” tandasnya. [Rusdi]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@pojokmadura.id on Instagram
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No feed with the ID 1 found.

Please go to the Instagram Feed settings page to create a feed.