
Sumenep, pojokmadura.id — Dewan Pimpinan Daera Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan pemetaan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dari sejumlah desa, Selasa (9/9/2026).
Kegiatan yang digelar di wilayah outdoor Sumenep itu diikuti warga Desa Sergang, Kecamatan Batu Putih, dan Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi.
Ketua DPD KPPI Sumenep Yusnaniyah mengatakan masyarakat memiliki pengetahuan langsung tentang kondisi wilayahnya. Karena itu, mereka perlu dilibatkan dalam proses pemetaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat mampu mengenali dan memetakan sendiri potensi maupun persoalan yang ada di wilayahnya,” ujar Yusnaniyah.
Menurutnya, pemetaan partisipatif bukan sekadar menentukan titik atau batas wilayah. Kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk mendokumentasikan potensi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Hasil pemetaan nantinya diharapkan menjadi informasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan wilayahnya,” katanya.
Ketua DPP KPPI Rosinah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelibatan masyarakat, terutama perempuan pesisir, penting dalam pembangunan dan pengelolaan wilayah.
“Masyarakat bukan hanya objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan di wilayahnya,” kata Rosinah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan dengan metode pemetaan partisipatif. Mereka juga berdiskusi untuk mengidentifikasi potensi dan persoalan di wilayah masing-masing.
KPPI berharap pelatihan ini membuat masyarakat semakin mampu melakukan pemetaan secara mandiri dan menghimpun informasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan. [Afandi]
Leave a Reply