
BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak hanya fokus mengejar prestasi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026.
Pemkab juga menyiapkan pembangunan pusat olahraga terpadu atau sport center untuk mendukung pembinaan atlet di masa depan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, POPDA menjadi kesempatan bagi atlet pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama daerah.
Saat ini, Bangkalan berada di posisi ketiga klasemen sementara. Pihaknya berharap posisi tersebut bisa dipertahankan hingga seluruh pertandingan selesai.
“Harapan kita, Bangkalan tetap di tiga besar,” kata Lukman saat melepas kontingen Bangkalan di Pendopo Agung, Kamis (5/11/2026).
Untuk mendukung prestasi atlet, Pemkab Bangkalan juga merencanakan pembangunan sport center di kawasan belakang Stadion Bangkalan.
Fasilitas yang disiapkan meliputi lapangan panahan, mini soccer, olahraga dayung, renang jarak panjang, voli pantai, pusat kebugaran, hingga fasilitas kesehatan bagi atlet.
Lukman mengatakan, pembangunan tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah dan ditargetkan selesai pada 2027. “Fasilitas atlet harus kita siapkan dengan baik,” ujarnya.
Selain untuk pembinaan olahraga, kawasan tersebut diharapkan bisa menjadi tempat kegiatan masyarakat dan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Lukman juga mengakui anggaran untuk kontingen Bangkalan masih terbatas. Saat ini, Pemkab menyiapkan sekitar Rp400 juta untuk kebutuhan atlet, mulai dari persiapan, transportasi, penginapan hingga konsumsi.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan perhatian kepada atlet berprestasi. Salah satunya melalui dukungan beasiswa dengan mempertimbangkan capaian di bidang olahraga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Muawi Arifin mengatakan, kontingen Bangkalan mengirimkan 98 atlet untuk mengikuti 15 cabang olahraga di Kabupaten Ngawi.
Pertandingan berlangsung pada 6–11 November 2026. Secara keseluruhan, Bangkalan mengikuti 22 cabang olahraga, termasuk tujuh cabor yang lebih dahulu dipertandingkan di Surabaya.
Dari pertandingan di Surabaya, Bangkalan sementara mengoleksi 12 medali emas, enam perak, dan empat perunggu.
Cabor akuatik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan sembilan emas, lima perak, dan tiga perunggu. Sementara atletik menyumbangkan satu emas dan satu perak. Cabor judo menambah dua emas dan satu perunggu.
Muawi optimistis Bangkalan masih memiliki peluang mempertahankan posisi tiga besar. “Target tiga besar tetap kita kawal,” katanya.
Dia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh atlet Bangkalan bisa meraih hasil terbaik. “Kami mohon doa masyarakat Bangkalan,” ujarnya. [Rusdi]
Leave a Reply