
BANGKALAN, [pojokmadura.id] – Warga Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, dibuat geger setelah sumur bor yang dikerjakan melalui program irigasi dan pompanisasi dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Sumur bor itu mengeluarkan gas beraroma menyengat, bahkan bisa menyala saat disulut api. Penemuan tak biasa itu membuat proses pengeboran dihentikan sementara sambil menunggu penanganan dari pihak berwenang.
Awalnya pengeboran itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat. Namun, di balik harapan menemukan sumber air, para pekerja justru mendapati fenomena yang tak terduga.
Salah satu penanggung jawab pengeboran, Mansur, mengatakan pekerjaan dimulai sejak sehari sebelumnya.
Berdasarkan hasil survei geologi, pengeboran awalnya direncanakan hingga kedalaman 90 meter. Namun, atas permintaan pemerintah desa, pengeboran dilanjutkan hingga mencapai 100 meter.
“Awalnya hasil geo menunjukkan kedalaman 90 meter. Tetapi atas keputusan kepala desa, pengeboran diteruskan sampai 100 meter. Di kedalaman itu mulai muncul tanda-tanda sumber mata air,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Meski berhasil menemukan indikasi sumber air, situasi berubah saat tim hendak memasang casing atau pipa pelindung sumur. Aroma gas mulai tercium dari dalam lubang bor.
“Dari pagi sampai sore masih aman. Bau gas itu mulai muncul tadi malam,” kata Mansur.
Keesokan paginya, aroma tersebut semakin menyengat. Karena penasaran, para pekerja mencoba menyulut api di dekat lubang sumur. Hasilnya di luar dugaan, gas yang keluar langsung menyala.
“Setelah kami coba sulut, ternyata apinya menyala. Kemungkinan memang ada kandungan gas dari dalam tanah,” tuturnya.
Meski demikian, proses pekerjaan sempat dilanjutkan dengan mengangkat pipa bor yang berada di kedalaman 100 meter. Namun, saat pipa berhasil diangkat sekitar 30 meter, tiba-tiba terjadi semburan air bercampur gas dari dalam sumur.
“Tinggi semburannya kira-kira setinggi pohon bambu. Bau gasnya juga sangat kuat,” ungkap Mansur.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa Serabi Timur, kemudian diteruskan ke Polsek dan Koramil Modung untuk dilakukan pengecekan awal.
“Sudah dicek di lapangan dan kemungkinan akan dilaporkan ke pemerintah kabupaten untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Hingga Selasa siang, aroma gas masih tercium dari sekitar lokasi sumur bor. Demi alasan keselamatan, seluruh aktivitas pengeboran dihentikan sementara sampai ada pemeriksaan dari instansi terkait guna memastikan jenis gas yang keluar serta potensi bahayanya bagi masyarakat sekitar. [Rusdi]
Leave a Reply