
BANGKALAN — Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, mulai menunjukkan potensi baru di sektor pertanian tembakau.
Meski tergolong baru dalam budidaya tembakau di wilayah Kecamatan Kokop, hasil pengamatan lapangan menunjukkan tanaman tembakau di daerah tersebut memiliki kualitas yang cukup menjanjikan.
Hal itu terungkap dalam observasi lapangan yang dilakukan Nurul Jamilah Cahyani, mahasiswa S2 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, di lahan pertanian tembakau Desa Durjan, Sabtu (12/9/2026).
Observasi tersebut merupakan bagian dari penelitian tesis sekaligus survei untuk melihat secara langsung kondisi tanaman dan kualitas tembakau yang dibudidayakan petani setempat.
Nurul mengatakan, survei dilakukan untuk mengetahui apakah tembakau yang dihasilkan petani Durjan memiliki kualitas yang baik serta mampu bersaing dengan tembakau dari daerah lain di pasaran.
“Setelah beberapa kali saya survei, ternyata tembakau di Durjan bisa bersaing dengan baik dan kualitasnya juga bagus,” katanya.
Menurut dia, tembakau yang dibudidayakan di lahan tersebut merupakan jenis Melati Tumpang. Dari pengamatan secara langsung, tanaman tembakau di Durjan memiliki karakteristik daun yang cukup menonjol.
Mulai dari ketebalan hingga ukuran daun yang dinilai lebar dan bagus. Kondisi tersebut menjadi menarik karena budidaya tembakau di Desa Durjan masih tergolong program baru.
“Di Durjan termasuk baru menanam tembakau yang ada di Kecamatan Kokop. Akan tetapi di Durjan bisa menanam dan menghasilkan tembakau dengan kualitas, ketebalan, dan lebar daun yang bagus. Padahal itu termasuk program baru,” tuturnya.
Nurul mengatakan penilaian tersebut masih berdasarkan hasil observasi di lapangan. Analisis laboratorium terhadap sampel tembakau masih dalam proses sehingga belum dapat disimpulkan secara menyeluruh terkait kualitas kimia maupun karakteristik teknis tembakau tersebut.
“Hasil analisa laboratorium belum selesai. Ini masih berdasarkan pengamatan di lapangan,” ujarnya.
Jika hasil analisis laboratorium nantinya memperkuat temuan di lapangan, tembakau Desa Durjan berpeluang menjadi salah satu komoditas pertanian yang dapat dikembangkan di Kecamatan Kokop.
Potensi tersebut sekaligus membuka peluang bagi petani setempat untuk mengembangkan budidaya tembakau secara lebih serius, terutama jika kualitas hasil panennya mampu memenuhi standar pasar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Abdurrohan, pemilik lahan tanaman tembakau di Desa Durjan, mengatakan budidaya tembakau di wilayah tersebut masih tergolong baru. Karena itu, petani masih terus melihat dan mengevaluasi hasil tanaman dari setiap musim.
Menurut dia, hasil tanaman yang diperoleh sejauh ini cukup memberikan harapan. Kondisi tanaman dengan daun yang lebar dan tebal menjadi salah satu hal yang menarik perhatian.
Ia berharap budidaya tembakau di desanya tidak hanya menjadi percobaan, tetapi bisa berkembang menjadi salah satu komoditas yang memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Ini menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, kami berharap ini terus meningkat,” katanya. [Rusdi]
Leave a Reply