110 Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Rampung dan Siap Beroperasi

Gedung Koperasi Desa Merah Putih rampung dibangun di Kabupaten Pamekasan (foto: Media Jatim/PM)

PAMEKASAN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Pamekasan terus menunjukkan progres signifikan. 

Sebanyak 110 koperasi telah rampung dibangun dari total 189 unit yang ditargetkan. Jumlah itu bertambah 10 unit dibandingkan pekan sebelumnya.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, mengatakan perkembangan tersebut berdasarkan laporan terbaru dari tim pemantau lapangan.

“Data realisasi pembangunan Koperasi Merah Putih ini sesuai laporan per hari ini yang kami terima dari tim pemantau lapangan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Dengan capaian tersebut, masih terdapat 79 unit koperasi yang saat ini berada dalam tahap pembangunan.

Tak hanya mengejar penyelesaian bangunan fisik, pemerintah juga mulai memperkuat kesiapan operasional koperasi melalui penyaluran berbagai fasilitas pendukung. 

Hingga kini, sebanyak 91 unit truk dan 30 unit mobil pikap telah diserahkan kepada pengelola koperasi sebagai kendaraan operasional.

“Seluruh kendaraan sudah diterima pengelola dan telah digunakan sebagai kendaraan operasional koperasi,” kata Agus.

Selain armada angkut, pemerintah juga menyalurkan 54 unit rak serta 80 set mebel berupa meja dan kursi untuk menunjang aktivitas koperasi.

Menurut Agus, distribusi fasilitas dilakukan secara bertahap agar koperasi yang telah selesai dibangun dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.

Secara nasional, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah dapat beroperasi hingga akhir 2026 seiring percepatan pembangunan di berbagai daerah.

“Sampai dengan tahun ini, saya perkirakan semua bangunan fisik yang sudah selesai maksimal 40 ribu. Bangunan fisik selesai, operasionalnya diusahakan. Saya rasa sampai akhir tahun ini bisa,” ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.

Ia menjelaskan pemerintah memilih pendekatan yang realistis dengan mengutamakan kualitas pembangunan. 

Hingga saat ini, sebanyak 12.533 koperasi di seluruh Indonesia telah menyelesaikan pembangunan fisik, sementara 22.737 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian. [red/Antarajatim]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id