Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Bangkalan Jemput Data dari Rumah ke Rumah
Wakil Bupati Bangkalan Moch Fauzan Ja’far menjadi responden pertama oleh petugas Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Wabup Bangkalan (foto: rusdi/PM)
BANGKALAN – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Kabupaten Bangkalan. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mulai menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pendataan ekonomi masyarakat secara menyeluruh hingga 31 Agustus 2026.
Wakil Bupati Bangkalan Moch Fauzan Ja’far menjadi salah satu warga yang didatangi petugas sensus pada hari pertama pelaksanaan pendataan di daerah tersebut.
Fauzan mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar menghasilkan data yang akurat.
“Hari ini saya didatangi petugas sensus ekonomi untuk dilakukan pendataan. Ini adalah program yang sangat penting untuk kita dukung bersama dan kita harus berpartisipasi dalam kegiatan sensus ekonomi ini sehingga data yang nanti dihasilkan oleh BPS bisa akurat,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, data yang diperoleh melalui sensus ekonomi tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah pusat, tetapi juga menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ini semua untuk kepentingan kita bersama, kepentingan bangsa dan negara. Khususnya bagi pemerintah daerah, hasil sensus ekonomi ini sangat penting sebagai dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan menggerakkan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk membantu kelancaran pelaksanaan sensus di lapangan.
“Kami pemerintah daerah akan terus mendukung melalui perangkat-perangkat daerah yang kami miliki. Seluruh pemerintah desa juga kami imbau untuk mendukung dan membackup kegiatan sensus ekonomi ini,” tegas Fauzan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bangkalan, Fajar Fatahillah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Ia menyebut sensus kali ini tidak hanya berfokus pada pendataan usaha, tetapi juga memotret kondisi ekonomi keluarga secara umum.
“Kalau dalam satu keluarga ada usaha, maka seluruh usaha tersebut akan didata. Jadi bukan hanya usaha, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga secara keseluruhan,” jelasnya.
Fajar memastikan petugas sensus telah mulai bekerja di seluruh wilayah Bangkalan dan melakukan pendataan hingga tingkat dusun atau Satuan Lingkungan Setempat (SLS).
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik dan mengisi data sesuai kondisi yang sebenarnya. Kerahasiaan data masyarakat kami jamin dan dilindungi,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wabup Fauzan juga meminta masyarakat tidak ragu menerima petugas sensus yang datang ke rumah masing-masing.
“Kami meminta partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan. Ketika didatangi petugas sensus ekonomi, mohon diterima dengan baik dan sampaikan data yang sebenarnya agar hasil sensus benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah,” tandasnya. [Rusdi]