Minat Menanam Tembakau di Bangkalan Terus Meningkat
Tanaman tembakau di Kabupaten Bangkalan (foto: istimewa)
BANGKALAN – Program pengembangan tembakau yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Bangkalan mulai menunjukkan hasil positif.
Tahun ini, tanaman tembakau yang ditanam melalui program tersebut telah memasuki usia hampir satu bulan dan berkembang cukup baik.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan, Abu Said mengatakan, petani kini berharap musim kemarau berlangsung normal karena kondisi tersebut sangat mendukung pertumbuhan tembakau.
“Kalau untuk komoditas tembakau, petani memang menginginkan musim kemarau. Mudah-mudahan tahun ini cuacanya mendukung sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurut Abu Said, pengembangan tembakau di Bangkalan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, luas tanam tembakau tercatat mencapai 29 hektare. Sementara pada tahun 2026, pemerintah menargetkan perluasan lahan hingga 50 hektare.
“Antusias masyarakat terhadap budidaya tembakau cukup tinggi. Perluasan lahan tanam saat ini sudah 50 hektare,” katanya.
Peningkatan minat petani juga ditandai dengan bertambahnya wilayah pengembangan tembakau. Jika sebelumnya hanya terpusat di beberapa daerah, kini budidaya tembakau mulai berkembang ke sejumlah kecamatan seperti Kwanyar, Blega, Galis, Kokop, dan Kelampis.

Selain itu, kepastian pasar menjadi salah satu faktor yang mendorong petani beralih ke komoditas tersebut. Menurutnya, saat ini baik pabrikan maupun pembeli lokal sudah memiliki jaringan pembelian yang jelas sehingga petani tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panen.
“Kalau dulu pembelinya belum jelas, sekarang sudah ada kepastian pasar. Ini yang membuat petani semakin tertarik mengembangkan tembakau,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada tembakau rajangan, Pemkab Bangkalan juga mulai melirik pengembangan tembakau cerutu yang selama ini banyak dikembangkan di Kabupaten Jember.
DP2KP Kabupaten Bangkalan berencana melakukan studi ke Jember untuk mempelajari teknik budidaya dan peluang pengembangannya di Bangkalan.
“Ke depan kami akan belajar ke Jember dan menghadirkan narasumber dari sana. Harapannya Bangkalan juga bisa mengembangkan tembakau cerutu yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelas Abu Said.
Untuk produktivitas, rata-rata hasil panen tembakau di Bangkalan saat ini berada pada kisaran 8 kuintal per hektare. Jika kondisi cuaca mendukung dan curah hujan tidak terlalu tinggi, produktivitas diperkirakan dapat meningkat hingga lebih dari 8,5 kuintal per hektare.
Dalam mendukung petani, DP2KP memberikan berbagai bantuan mulai dari motivasi usaha tani, penyediaan sarana dan prasarana, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati.
“Dukungan kami cukup lengkap. Selain alsintan dan pendampingan teknis, kami juga mendorong penggunaan pupuk organik agar petani tidak terlalu bergantung pada pupuk anorganik yang harganya relatif mahal,” terangnya.
Abu Said berharap para petani tetap semangat mengembangkan tembakau meski kondisi cuaca masih fluktuatif.
Berdasarkan kondisi klimatologi saat ini, musim kemarau diperkirakan akan lebih mendukung pertumbuhan tembakau dibanding tahun sebelumnya yang diwarnai curah hujan tinggi.
“Harapan kami petani tetap semangat. Selama hujan tidak terlalu deras dan berkepanjangan, kondisi saat ini justru cukup baik untuk pertumbuhan tembakau,” pungkasnya. [*]