PBNU Kebut Penerbitan SK Jelang Muktamar, Gus Ipul: 130 SK Sudah Terbit
Gus Ipul (tengah) bersama Prof Muhammad Nuh (kiri) saat wawancara dengan awak media (foto: Rusdi/PM)
BANGKALAN – Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi ditutup.
Berakhirnya forum tersebut menjadi awal bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mempersiapkan agenda yang lebih besar, yakni Muktamar NU yang akan digelar pada tanggal 1-5 Agustus mendatang.
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan seluruh rangkaian Munas dan Konbes berjalan lancar serta menghasilkan sejumlah keputusan penting yang akan dibawa ke forum Muktamar.
“Alhamdulillah prosesi penutupan Munas dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2026 telah berjalan dengan baik. Presiden hadir, para ulama berkumpul, pengurus PBNU, PWNU, hingga PCNU se-Jawa Timur juga hadir. Kami bersyukur bisa mendengarkan tausiah Rais Aam dan arahan Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul usai penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan, Selasa (23/6/2026).
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Munas dan Konbes, khususnya Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil, serta seluruh panitia yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan semua ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Menurut Gus Ipul, Munas dan Konbes merupakan tahapan pertama menuju Muktamar NU. Karena itu, panitia kini langsung bekerja menyiapkan seluruh kebutuhan teknis sambil menunggu penetapan lokasi pelaksanaan Muktamar.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama panitia adalah memastikan seluruh peserta Muktamar memenuhi persyaratan administrasi, terutama terkait Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabang dan wilayah.
“Kami akan bekerja keras dalam waktu yang tersisa untuk memastikan cabang dan wilayah mendapatkan SK sesuai ketentuan. Selama syarat dan prosesnya sudah dipenuhi, tentu menjadi kewajiban kami untuk segera menerbitkan SK,” jelasnya.
Selain administrasi kepengurusan, PBNU juga mulai menyusun materi Muktamar. Hasil pembahasan dan keputusan yang dihasilkan dalam Munas dan Konbes akan menjadi bagian dari materi utama yang dibahas dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
“Hasil Munas dan Konbes ini akan menjadi bagian dari materi Muktamar. Insyaallah semua persiapan berjalan secara bersamaan sehingga Muktamar bisa terselenggara dengan baik,” ucapnya.
Menanggapi adanya isu perbedaan pandangan dalam proses penerbitan SK kepengurusan, Gus Ipul menegaskan hal tersebut merupakan dinamika yang lumrah di tubuh NU dan tidak perlu dibesar-besarkan.
“Di NU itu biasa terjadi perbedaan pendapat. Kemarin juga ada perbedaan, tetapi hanya sebentar dan langsung selesai. Tidak ada perbedaan yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir PBNU telah menerbitkan lebih dari 130 SK kepengurusan. Kini hanya tersisa beberapa daerah yang masih dalam proses penyelesaian.
“Sudah lebih dari 130 SK diterbitkan. Tinggal beberapa lagi dan insyaallah segera selesai. Semua didiskusikan secara terbuka, termasuk memitigasi syarat-syarat yang belum terpenuhi agar bisa segera diterbitkan SK-nya,” pungkas Gus Ipul. [Rusdi]