Press ESC to close

Pojok MaduraPojok Madura

Semarak Dies Natalis ke-25, UTM Gelar Tabligh Akbar dan Bersholawat

Bangkalan, pojokmadura.id – Perayaan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi momentum penting bagi kampus negeri terbesar di Pulau Madura untuk menegaskan perannya sebagai motor penggerak pembangunan daerah. 

Tidak hanya merayakan usia seperempat abad, UTM juga menegaskan komitmennya membangun Madura melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan layanan kesehatan.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor UTM, Prof. Dr. Safi, saat kegiatan tabligh akbar dan UTM Bersholawat dihalam kampus, Selasa (21/7/2026) malam.

Acara itu dihadiri Bupati Bangkalan, jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama, sivitas akademika, serta ribuan masyarakat.

Prof. Safi menilai kehadiran berbagai elemen pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa UTM telah tumbuh sebagai bagian penting dari pembangunan Madura.

“Kepercayaan masyarakat kepada UTM adalah energi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat menjadikan usia ke-25 UTM sebagai titik awal mempercepat kemajuan Madura. 

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan yang berkualitas dan pelayanan kesehatan yang merata.

Safi kemudian mengulas perjalanan panjang UTM yang berawal dari Universitas Bangkalan pada 1981 hingga resmi menjadi Universitas Trunojoyo Madura melalui Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 2001 pada masa Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Memasuki usia ke-25, UTM terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kampus ini kini memiliki 48 program studi dengan sekitar 21 ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara. 

Selain itu, UTM juga sedang mengusulkan pembukaan 10 program studi baru sebagai bagian dari pengembangan institusi.

Menurut Safi, capaian paling bersejarah pada Dies Natalis tahun ini adalah terbitnya izin pendirian Fakultas Kedokteran UTM. Fakultas tersebut menjadi fakultas kedokteran pertama di Pulau Madura dan diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah tersebut.

“Kami ingin membuktikan kepada Indonesia bahwa Madura mampu memiliki fakultas kedokteran dan menghasilkan dokter-dokter berkualitas,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan Fakultas Kedokteran menjadi langkah strategis mengatasi minimnya jumlah dokter di Madura. 

Saat ini, rasio dokter di wilayah tersebut masih sekitar satu dokter untuk melayani tujuh ribu penduduk, jauh dari rasio ideal satu dokter untuk seribu penduduk.

Mengusung tema Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata”, Dies Natalis ke-25 UTM juga diramaikan berbagai kegiatan akademik, sosial, budaya, olahraga, dan keagamaan yang melibatkan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, UTM akan menggelar jalan sehat pada 25 Juli 2026 dengan hadiah utama sembilan paket umrah. 

Selain itu, panitia juga menyiapkan sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, dan puluhan hadiah menarik lainnya.

Menutup sambutannya, Safi berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar UTM mampu melahirkan lulusan yang unggul sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi dan penggerak kemajuan Pulau Madura.

“Doakan UTM agar terus diberkahi, semakin maju, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta kesejahteraan Pulau Madura,” pungkasnya. [Rusdi]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@pojokmadura.id on Instagram
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No feed with the ID 1 found.

Please go to the Instagram Feed settings page to create a feed.