25 Dapur MBG di Bangkalan Tak Beroperasi, Terkendala Dana dan Bermasalah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (foto; istimewa)

BANGKALAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan menghadapi sejumlah kendala. 

Dari total 123 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk, hanya 98 dapur yang saat ini masih beroperasi.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengungkapkan sebanyak enam dapur terpaksa disuspensi karena belum memenuhi ketentuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain itu, lima dapur lainnya menghentikan operasional untuk sementara waktu. 

Penghentian tersebut disebabkan berbagai faktor, mulai dari belum tersedianya Kepala SPPG atau Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), kekurangan tenaga ahli gizi, hingga dampak kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Lima dapur berhenti sementara karena ada yang belum memiliki Kepala SPPG atau SPPI, belum ada ahli gizi, dan ada juga yang terdampak evaluasi pasca kejadian keracunan di Kokop,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Tak hanya itu, sebanyak 14 dapur lainnya juga belum dapat beroperasi lantaran dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum diterima. 

Virtual Account (VA) yang menjadi jalur pencairan dana disebut belum masuk sehingga dapur tidak memiliki anggaran untuk menjalankan program MBG.

“Empat belas dapur belum beroperasi karena dana dari BGN belum ditransfer atau Virtual Account belum masuk. Akibatnya, mereka belum bisa melayani program MBG,” jelas Bambang.

Dengan kondisi tersebut, dari total 123 dapur yang terdata di Bangkalan, hanya 98 dapur yang saat ini aktif menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id