MoU UTM–Kemnaker Hadirkan Solusi bagi Lulusan Baru yang Bingung Cari Kerja

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ S.H,. M.H (kiri) dan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Prof. Dr. Cris Kuntadi, SMM, (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan MoU di Gedung Pertemuan RP. Mohammad Noer UTM (foto: humas/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali membuat langkah besar dalam penguatan kualitas lulusannya. 

Kampus terbesar di Madura itu resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker), disaksikan langsung oleh ribuan calon wisudawan, pada Kamis (4/12/2025).

Penandatanganan MoU tersebut digelar bersamaan dengan kuliah umum Sekretaris Jenderal Kemnaker, Prof. Dr. Cris Kuntadi, SMM, di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer UTM, yang mengangkat tema “Menyiapkan SDM Unggul dan Adaptif di Era Transformasi Ketenagakerjaan Nasional.”

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan jawaban atas tantangan paling umum yang dialami mahasiswa yakni kebingungan setelah lulus.

“UTM ingin memastikan mahasiswa bukan hanya bahagia ketika diwisuda, tetapi juga tahu ke mana akan melangkah. Kolaborasi ini adalah jawaban konkret menghadapi tantangan itu,” tegasnya.

Menurutnya, MoU ini membuka pintu luas bagi mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas negara, mulai dari balai pelatihan kerja, program magang nasional, hingga sertifikasi kompetensi berstandar nasional.

Rektor juga memaparkan sejumlah capaian UTM dalam tiga tahun terakhir, termasuk peningkatan jumlah prodi berakreditasi unggul menjadi 14 serta status institusi Unggul.

“Ini modal kuat untuk memaksimalkan pelaksanaan MoU dengan Kemenaker,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekjen Kemenaker yang selama ini berperan dalam proses akreditasi LAMEMBA, sehingga turut mendorong penguatan kualitas prodi ekonomi di UTM. 

“Sinergi ini bukan baru hari ini, tetapi sudah lama terbangun dan kini semakin diperkuat,” tambahnya.

Rektor kembali menyinggung upaya kampus membantu mahasiswa memasuki dunia kerja. 

UTM saat ini telah memiliki LSP P1 dengan 12 skema sertifikasi, serta 29 skema baru yang sedang diajukan.

Sementara itu, Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menekankan bahwa MoU ini memberikan akses penuh bagi mahasiswa UTM untuk menggunakan superapps siapkerja.kemnaker.go.id, platform yang memuat layanan ketenagakerjaan secara terintegrasi.

“Melalui superapps ini, kami ingin memastikan anak-anak muda tidak lagi kebingungan setelah lulus. Semua kebutuhan tersedia melalui satu pintu,” ungkapnya.

Superapps tersebut menyediakan:

• 1 juta lebih lowongan pekerjaan melalui Career Hub

• 25 ribu peluang pemagangan

• Pelatihan melalui Skill Hub

• Sertifikasi kompetensi melalui Certi Hub

• Hingga peluang magang luar negeri, terutama ke Jepang yang membutuhkan lebih dari 100 ribu tenaga magang.

Dengan adanya MoU ini, Kemenaker secara resmi membuka akses penuh bagi mahasiswa UTM ke seluruh ekosistem ketenagakerjaan nasional. 

Mulai dari pelatihan, pemagangan, sertifikasi sampai peluang kerja luar negeri, semuanya dapat diakses sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan UTM.

Langkah ini menjadi bukti komitmen UTM dalam mencetak lulusan yang bukan hanya kompeten, tetapi juga adaptif menghadapi perubahan dunia kerja. [rus/red]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id