Siap Maju Lagi Pimpin PBNU, Gus Yahya: Saya Punya Utang ke Cabang
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf saat menghadiri halal bihalal di Ponpes Al-Kholiliyah Annuroniah Bangkalan (foto: rusdi/PM)
BANGKALAN- KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sikap itu ia sampaikan saat menghadiri halal bihalal bersama pengurus cabang se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Al-Kholiliyah Annuroniah, Bangkalan, Senin (4/5/2026).
Dalam forum yang dihadiri para Ketua PCNU tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa dorongan untuk maju kembali bukan semata soal ambisi jabatan, melainkan komitmen menuntaskan janji-janji organisasi yang belum terealisasi.
“Saya itu cuma mau bayar utang. Utang janji kepada cabang-cabang. Dulu saya mencalonkan diri dengan sejumlah janji. Kalau masih ada yang belum terpenuhi, berarti saya masih punya utang,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal awal dinamika menuju Muktamar NU mendatang, meski Gus Yahya menekankan bahwa seluruh keputusan terkait kontestasi akan ditentukan melalui mekanisme organisasi.
Selain soal pencalonan, Gus Yahya juga menyinggung persoalan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PCNU yang sempat mandek di sejumlah daerah.
Ia memastikan, proses penyelesaian kini mulai berjalan dan akan segera dituntaskan.
“Sekarang sudah mulai dikerjakan. Alhamdulillah, karena dorongan dari PWNU seluruh Indonesia, prosesnya sudah berjalan. Insyaallah bisa segera kita selesaikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif PCNU se-Jawa Timur yang menggelar forum silaturahmi tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi ruang strategis untuk menjawab berbagai pertanyaan dan dinamika yang berkembang di tubuh organisasi.
“Ini forum yang sangat berharga. Banyak hal bisa kita komunikasikan langsung dengan cabang,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini bertujuan memperkuat soliditas organisasi di tengah berbagai dinamika.
“Ini untuk menyegarkan konsentrasi berorganisasi. Kita ingin menunjukkan bahwa NU, khususnya di Jawa Timur, tetap solid tanpa terpengaruh dinamika yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, soal siapa yang akan maju dalam kontestasi kepemimpinan PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan forum muktamar.
“Urusan pencalonan nanti di muktamar. Sekarang kita fokus menjaga soliditas dan menjalankan organisasi,” katanya.
Terkait wacana Bangkalan sebagai tuan rumah muktamar, Makki menyebut daerahnya siap jika dipercaya oleh PBNU.
“Kalau sudah menjadi keputusan PBNU, Bangkalan siap menjadi tuan rumah,” pungkasnya. [Rusdi]