Mahasiswa UTM Kibarkan Merah Putih di Kancah Dunia, Raih Juara 1 Robotic Competition 2026
Mahasiswa Prodi Teknik Mekatronika UTM, Muhammad Nurul Anwar menunjukkan piagam penghargaan sebagai pemenang juara 1 Robotic Competition 2026 di Malaysia
BANGKALAN– Prestasi membanggakan di kancah dunia ditunjukkan mahasiswa jurusan Teknik Mekatronika, Fakultas Teknik Universitas Trunodjoyo Madura (UTM).
Tim Fakultas Teknik UTM sukses merebut gelar juara pertama kategori Robot Soccer dalam ajang Perak International Robotic Competition 2026 yang digelar di Perak, Malaysia.
Prestasi ini terasa istimewa karena kompetisi tersebut menjadi bagian dari JTM International AI & Robotic Carnival, sebuah panggung internasional yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara seperti Jepang, Türkiye, Singapura, Thailand, hingga tuan rumah Malaysia.
Tim UTM yang dipimpin oleh Muhammad Nurul Anwar tampil impresif dengan inovasi robot sepak bola yang mampu mengungguli pesaingnya. Di balik kemenangan ini, terdapat proses panjang riset, pengujian, hingga penyempurnaan sistem yang dilakukan secara intensif.
“Ini bukan sekadar kemenangan, tapi bukti bahwa mahasiswa daerah juga bisa bersaing di level global. Robot yang kami kembangkan lahir dari kerja kolektif tim,” ujar Nurul Anwar, Kamis (30/04/2026).
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kontribusi tim pendukung, yakni Septya Dwi Lestari dan Muhammad Rifqi Khoirul Anwar, serta bimbingan dosen Ach. Dafid yang mengawal proses pengembangan teknologi sejak awal.
Menariknya, di balik prestasi internasional ini, masih terselip cerita tentang keterbatasan. Tim mengandalkan dukungan dari iSee Robot Surabay untuk memenuhi kebutuhan komponen robot, sebuah gambaran bahwa kolaborasi menjadi kunci penting di tengah keterbatasan fasilitas.
Dosen pembimbing menilai capaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, tetapi indikator kuat bahwa mahasiswa UTM memiliki kapasitas teknis, kemampuan problem solving, serta daya kolaborasi yang matang dalam bidang mekatronika dan kecerdasan artifisial.
Wakil Rektor UTM, Surokim, mengapresiasi serta menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi kampus di level internasional.
“Ini bukan hanya soal juara, tapi soal kepercayaan diri bahwa kita mampu berdiri sejajar dengan negara lain dalam teknologi,” ujarnya. [Rusdi]