Ribuan Peserta Ikuti UTBK di UTM, Panitia Sediakan Asrama Gratis hingga Doorprize

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ S.H,. M.H bersama tim panitia UTBK melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke setiap ruangan ujian (foto: humas UTM/PM)

BANGKALAN – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 yang dilaksanakan di kampus Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menghadirkan suasana berbeda. 

Tak hanya menekankan integritas ujian tanpa kecurangan, kampus negeri di Madura ini juga menyisipkan sentuhan humanis melalui fasilitas penginapan gratis hingga pembagian doorprize bagi peserta.

Sebanyak 2.827 peserta dijadwalkan mengikuti ujian yang berlangsung pada 21–30 April 2026, dengan dukungan 9 ruang ujian dan 254 unit komputer. Panitia secara tegas menutup celah kecurangan, mulai dari praktik joki hingga menyontek.

Pimpinan kampus UTM bersama tim panitia melakukan monitoring evaluasi (monev) ke setiap ruangan ujian untuk memastikan kelengkapan peserta hingga mengecek potensi kendala di dalam ruangan, Senin (21/04/2026).

Rektor UTM, Prof. Safi’ memastikan pelaksanaan sesi awal berjalan lancar. Dari 215 peserta di sesi pertama, hanya empat yang tidak hadir tanpa keterangan dan otomatis gugur.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Memang ada insiden kecil, peserta sempat sakit karena belum sarapan, tapi cepat ditangani panitia dan bisa lanjut ujian. Tidak ada pelanggaran, baik dari peserta maupun panitia,” ujarnya.

Menariknya, UTM tidak hanya fokus pada teknis ujian. Kampus ini juga memberikan apresiasi berupa doorprize yang diundi di setiap ruang dan setiap sesi. Bukan berdasarkan nilai, melainkan murni keberuntungan.

“Ini bentuk apresiasi bagi peserta yang memilih UTM sebagai lokasi UTBK. Setiap sesi, tiap ruang, ada satu peserta yang beruntung,” tambahnya.

Lebih dari itu, UTM juga menyediakan penginapan gratis di asrama kampus, tidak hanya untuk peserta, tetapi juga bagi orang tua atau keluarga yang mengantar. Kebijakan ini dinilai menjadi solusi konkret bagi peserta dari luar daerah.

Data panitia mencatat peserta UTBK di UTM berasal dari 17 provinsi, bahkan ada yang datang dari Papua, menjadikannya peserta dengan jarak terjauh.

Di sisi lain, tren minat masuk UTM juga menunjukkan peningkatan. Untuk tahun ini, total daya tampung mencapai sekitar 6.000 mahasiswa, dengan sekitar 4.600 pendaftar memilih UTM melalui jalur UTBK. 

Sementara jalur prestasi sebelumnya telah menerima lebih dari 2.200 mahasiswa.

Kenaikan jumlah peminat ini berdampak langsung pada kebutuhan infrastruktur. UTM pun merencanakan pembangunan gedung baru guna mengimbangi pertambahan mahasiswa, program studi, hingga tenaga pengajar.

Dengan kombinasi antara pengawasan ketat, fasilitas memadai, dan pendekatan humanis, pelaksanaan UTBK di UTM tahun ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga cerminan wajah kampus yang semakin kompetitif sekaligus inklusif.

“Semoga sampai hari terakhir semuanya tetap lancar,” pungkasnya. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id