SPPG 01 Kamal Resmi Beroperasi, Fokus Penuhi Gizi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Ketua Yayasan Laili Izzatul Faiqoh santuni anak yatim saat peresmian dapur MBG 01 Kamal (foto: rusdi|/PM)

BANGKALAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi bagi pelajar, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. 

Komitmen itu ditunjukkan Yayasan Laili Izzatul Faiqoh dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Kamal di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Minggu malam (31/5/2026).

SPPG 01 Kamal menjadi dapur MBG ke-11 yang dibangun yayasan di bawah kepemimpinan H. Subaidi. Kehadiran dapur tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program pemerintah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

“Alhamdulillah ini dapur yang ke-11. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah lagi empat dapur,” ujarnya saat acara launching.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tujuan saya yang paling utama adalah bagaimana menciptakan tenaga kerja di Kecamatan Kamal ini. Selain itu, Yayasan Laili Izzatul Faiqoh harus bisa berkembang dan manfaatnya dirasakan merata di seluruh Bangkalan. Saya berupaya agar setiap kecamatan memiliki dapur MBG dari yayasan ini,” katanya.

H. Subaidi menegaskan bahwa kualitas layanan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh jajaran pengelola, mulai dari Kepala SPPG, akuntan hingga ahli gizi, menjaga standar mutu makanan yang diberikan kepada para siswa.

“Saya berpesan agar kualitas makanan yang disajikan benar-benar dijaga. Variasi menu juga harus terus ditingkatkan supaya anak-anak tidak merasa bosan,” tuturnya.

SPPG 01 Kamal memiliki kapasitas melayani sekitar 2.400 penerima manfaat. Sebelum resmi beroperasi melalui skema pembiayaan program pemerintah, yayasan terlebih dahulu melakukan uji coba pelayanan menggunakan dana pribadi.

“Kita sudah mulai running sejak Jumat sebagai tahap percobaan. Semua dapur yang kami bangun selalu diawali uji coba dengan anggaran pribadi untuk melayani sekitar 100 hingga 200 murid. Setelah dipastikan berjalan baik, baru dilanjutkan menggunakan anggaran program pemerintah,” jelasnya.

Dengan bertambahnya dapur MBG di Kecamatan Kamal, program pemenuhan gizi bagi siswa diharapkan semakin optimal. 

Di sisi lain, keberadaan SPPG juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat dalam rantai penyediaan kebutuhan dapur. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id