Masuk Pertengahan Tahun, Tender Proyek di Bangkalan Molor

Plh. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan, Moh. Ridwan (foto: rusdi)

BANGKALAN — Memasuki pertengahan tahun 2026, proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Bangkalan molor.

Padahal, pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, sejumlah paket pekerjaan pemerintah biasanya sudah mulai tayang di lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE) dan berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Mandeknya pelaksanaan proyek ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. 

Sebab, keterlambatan tender bukan hanya berdampak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berpotensi menghambat perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor jasa konstruksi dan tenaga kerja.

Hingga kini, aktivitas proyek di lapangan masih minim. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap serapan anggaran daerah tahun 2026 yang dikhawatirkan tidak maksimal jika pelaksanaan proyek terus molor.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Moh Ridwan, mengakui belum dimulainya sejumlah tender proyek dipengaruhi lonjakan harga material konstruksi yang terus mengalami kenaikan.

“Harga ini naik terus. Ada beberapa item yang harganya meningkat cukup tinggi. Kami juga berpikir ketika tender dilepas, apakah rekanan mampu mengerjakan dengan kondisi harga sekarang,” ujarnya.

Menurut Ridwan, sejumlah kontraktor bahkan meminta pemerintah tidak terburu-buru membuka tender karena khawatir mengalami kerugian besar akibat tingginya biaya material dan operasional.

“Mereka menyampaikan kalau dikerjakan dengan harga lama, mereka bisa rugi besar. Karena kenaikan harganya luar biasa,” katanya.

Meski demikian, proyek yang sudah terlanjur berkontrak dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Sementara paket pekerjaan yang belum memasuki tahap kontrak masih menunggu situasi harga lebih stabil.

“Kalau nanti akhir Mei harga sudah mulai stabil, insya Allah kita segera launching dan melakukan tender berbagai proyek,” ungkapnya.

Ridwan menyebut, saat ini hanya terdapat empat titik proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tetap berjalan. Sedangkan puluhan paket lainnya masih dalam tahap penyesuaian perencanaan.

Pemkab Bangkalan sendiri menyiapkan sekitar 56 paket pekerjaan dengan total nilai anggaran diperkirakan lebih dari Rp100 miliar. 

Tender proyek tersebut diperkirakan baru mulai berjalan pada akhir Mei atau awal Juni 2026.

Selain proyek reguler, pemerintah daerah juga masih menunggu kepastian tambahan program melalui skema diskresi pemerintah pusat, termasuk rencana pelebaran jalan kawasan Telang hingga akses menuju Jembatan Suramadu.

“Kami masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait program tambahan tersebut,” pungkasnya. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id