Dapur MBG di Kamal Diresmikan, Gizi Anak Terjamin Ekonomi Lokal Ikut Bangkit
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengecek peralatan dapur SPPG di Kamal (Foto: rusdi/PM)
Bangkalan (pojokmadura.id) – Warga Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, sebentar lagi akan menikmati program unggulan Presiden Prabowo Subianto melalui Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini resmi memiliki dapur utama tepatnya di Desa Gili Timur yang akan menjadi pusat distribusi makanan sehat bagi ribuan penerima manfaat.
MBG tidak hanya hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Seluruh pasokan bahan pangan, mulai dari beras, ikan, hingga sayur-mayur akan diprioritaskan dari petani, nelayan, pedagang, dan UMKM di wilayah Kamal.
“Insya Allah pelaksanaan MBG bisa dimulai secepatnya akhir bulan ini. Para penerima manfaat tersebar di sejumlah desa sesuai satgas masing-masing,” ujar Kepala Dapur SPPG Kamal, Diandra Dieva Pertiwi, Kamis (11/9/2025).
Program ini ditargetkan menyasar lebih dari 3.000 penerima manfaat, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga kelompok 3B, yakni ibu hamil, menyusui, dan balita.
Ketua Yayasan Lailiizzatulfaoqoh, H. Subaidi, menyebut kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini sebagai harapan baru bagi masyarakat Kamal.
“Selain memenuhi kebutuhan gizi, program MBG ini juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari program prioritas Presiden berupa makan gratis, sekaligus langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas 2045.
“Ini program luar biasa, dan kita wajib mendukung penuh agar memberi dampak positif bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Dengan desain yang menyatukan peningkatan kualitas SDM sejak dini serta penciptaan peluang ekonomi lokal, MBG diyakini mampu memberi manfaat jangka panjang.
Tidak hanya untuk kesehatan generasi muda, tetapi juga untuk menguatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa.
“Output dari program ini jelas, bangsa yang kuat lahir dari pemberdayaan manusia sejak usia dini,” pungkas Bupati. [rus/red]