Empat Proyek Jalan Sudah Berkontrak, DAK Belum Jelas Cair

Ilustrasi pengerjaan proyek jalan sumber Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2026 (foto: AI)

BANGKALAN — Program perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Bangkalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) terancam tidak segera cair. 

Padahal, proses tender untuk sejumlah proyek telah rampung dan kontrak kerja dengan rekanan sudah ditandatangani sejak bulan Maret lalu.

Terdapat empat proyek peningkatan jalan yang telah memasuki tahap pelaksanaan, yakni ruas Sepulu–Lergunong, Tunjung–Burneh, Plakaran–Binoh, dan Tanah Merah–Jenteh. 

Total nilai anggaran untuk seluruh proyek tersebut mencapai Rp37 miliar.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Moh. Ridwan, mengatakan bahwa pengerjaan proyek tetap berjalan menggunakan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang lama.

“Pekerjaan harus tetap berjalan. Untuk tambal sulamnya bagaimana saya tidak tahu, sekarang sedang dilakukan kajian untuk penyesuaian harga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, Ahmat Hafid, menyebut pemerintah daerah sebenarnya telah siap secara administratif untuk proses pencairan DAK.

“Daerah sebenarnya sudah siap secara administrasi untuk mengunggah persyaratan di aplikasi pemerintah pusat terkait dana tersebut. Namun, sampai sekarang informasinya masih proses upgrade aplikasi,” katanya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Hafid, belum dibukanya sistem pengajuan dari pemerintah pusat membuat proses unggah dokumen persyaratan pencairan belum bisa dilakukan.

Akibatnya, sejumlah pekerjaan fisik dan program pembangunan yang bergantung pada DAK berpotensi mengalami keterlambatan pelaksanaan.

“Kami masih menunggu kepastian pendanaan dan proses pencairannya. Untuk dananya sendiri, sejauh ini ada pernyataan dari pusat. Kami percaya pemerintah pusat,” ungkapnya.

Meski demikian, Hafid belum dapat memastikan apakah DAK untuk proyek perbaikan jalan tahun ini akan bernasib sama seperti tahun sebelumnya yang sempat dibatalkan.

“Nah ini saya tidak tahu, intinya pernyataan pusat ada,” katanya.

Di sisi lain, dana transfer yang bersifat umum seperti Dana Alokasi Umum (DAU) disebut tetap berjalan lancar tanpa kendala pencairan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga memastikan kondisi keuangan daerah masih dalam kondisi aman dan sehat.

“Cash flow APBD Kabupaten Bangkalan sampai saat ini masih sehat,” tandasnya. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id