Press ESC to close

Pojok MaduraPojok Madura

KOPRI PMII Bangkalan Dorong Transformasi Gerakan Perempuan

BANGKALAN – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Cabang PMII Bangkalan mendorong lahirnya kader perempuan yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu memimpin perubahan sosial dan memanfaatkan ruang digital untuk memperluas gerakan perempuan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Dialog Publik bertema “Internalisasi Nilai dan Rekonstruksi Gerakan KOPRI” yang digelar pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus dan kader KOPRI PC PMII Bangkalan.

Dialog tersebut menjadi ruang refleksi bagi kader untuk memperkuat nilai-nilai dasar organisasi sekaligus merumuskan strategi gerakan yang lebih relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam kepemimpinan perempuan, pengelolaan organisasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Ketua KOPRI PC PMII Bangkalan, Munawaroh, menegaskan bahwa penguatan organisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui aktivitas struktural. Lebih dari itu, kader perlu memahami dan mengamalkan nilai-nilai KOPRI dalam setiap langkah pergerakan.

“Penguatan organisasi harus dimulai dari pemahaman dan pengamalan nilai-nilai KOPRI yang kemudian diterjemahkan ke dalam strategi gerakan yang relevan dengan kebutuhan kader dan masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni kepemimpinan perempuan transformatif serta manajemen organisasi dan branding digital.

Narasumber pertama, Shofiyun Nahidloh, S.Ag., M.H.I., menyoroti pentingnya menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam perubahan sosial, bukan sekadar pelengkap dalam struktur organisasi.

Menurutnya, kepemimpinan perempuan seharusnya tidak berhenti pada pencapaian jabatan formal atau pemenuhan kuota keterwakilan. Kepemimpinan yang transformatif justru diukur dari kemampuan perempuan menggerakkan perubahan dan merekonstruksi realitas sosial.

“Kepemimpinan perempuan transformatif bukan sekadar menduduki posisi struktural formalitas atau kuota, melainkan mendudukkan perempuan sebagai subjek aktif yang menggerakkan dan merekonstruksi realitas sosial,” ujarnya.

Perspektif tersebut menegaskan bahwa kader perempuan perlu memiliki keberanian mengambil keputusan, kecakapan membaca persoalan, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di tengah masyarakat.

Sementara itu, narasumber kedua, Nailussa’adah Aviva, M.M., menekankan pentingnya pengelolaan organisasi dan branding digital untuk memperkuat posisi KOPRI di ruang publik.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut organisasi perempuan untuk lebih adaptif dalam menyampaikan gagasan, mengampanyekan isu-isu perempuan, dan memperluas jangkauan advokasi melalui media digital.

“KOPRI dituntut tidak hanya hadir sebagai organisasi kaderisasi, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, mengampanyekan isu-isu perempuan, memperluas jangkauan advokasi, serta membangun komunikasi publik yang kreatif dan berdampak,” ungkapnya.

Pemanfaatan media sosial, lanjutnya, menjadi salah satu strategi penting agar gagasan dan gerakan KOPRI dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dengan komunikasi digital yang terarah, organisasi diharapkan mampu membangun citra yang progresif, responsif, dan dekat dengan persoalan publik.

Melalui dialog publik ini, KOPRI PC PMII Bangkalan berharap lahir kader-kader perempuan yang tidak hanya memahami nilai dasar organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kecakapan komunikasi digital. [Rusdi]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *