Dinkes Bangkalan Pastikan Tak Ada Penolakan Bayi di RSU Anna Medika

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad (foto: istimewa/PM)

Bangkalan (pojokmadura.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan menanggapi pemberitaan yang beredar di sejumlah media online terkait dugaan penolakan pelayanan terhadap seorang bayi berusia 10 bulan di RSU Anna Medika Madura.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad, menegaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi langsung dengan pihak rumah sakit, tidak ditemukan adanya penolakan pelayanan medis terhadap pasien bayi tersebut.

“Pasien telah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai prosedur pelayanan kegawatdaruratan,” ujar dr. Nunuk dalam keterangannya, Sabtu (3/01/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan medis, kondisi pasien tidak menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan sehingga dokter memutuskan pasien dapat menjalani perawatan rawat jalan. 

Orang tua pasien juga telah diberikan edukasi medis serta anjuran untuk segera kembali ke IGD apabila kondisi anak mengalami perburukan.

dr. Nunuk menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien dalam kondisi gawat darurat, termasuk pasien yang belum memiliki identitas maupun jaminan kesehatan.

“Dalam kasus ini, keputusan pemulangan pasien murni berdasarkan pertimbangan medis, bukan karena alasan administrasi atau identitas pasien,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Bangkalan juga memahami kekhawatiran serta emosi keluarga pasien, terlebih menyangkut kesehatan anak. 

Namun demikian, masyarakat diimbau untuk memperoleh informasi secara utuh dan berimbang agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan di tengah publik.

Sebagai bentuk komitmen, Dinkes Bangkalan memastikan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik swasta maupun pemerintah, agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar, profesional, dan humanis.

“Kami berharap masyarakat tetap mempercayakan pelayanan kesehatan kepada tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang ada, serta bersama-sama menjaga suasana kondusif demi kepentingan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. [Rusdi]

Share Artikel

Artikel dilindungi, Semua tulisan dalam media ini sepenuhnya milih pojokmadura.id